Bea Cukai Tembilahan Ungkap Penyelundupan 100 Ribu Ekor Benih Lobster Senilai Rp15 M Lebih

Lebih dari 100 ribu ekor benih lobster senilai Rp15 miliar lebih, rencananya akan dibawa ke Kampar dan kemudian diselundupkan ke Singapura.

tribunpekanbaru.com - Kantor Bea Cukai Tembilahan menggagalkan penyelundupan bibit lobster yang diperkirakan bernilai Rp15.272 miliar. Ini terjadi pada Jumat (3/5) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Bibit lobster itu ditemukan di lokasi yang diduga tempat serah terima, berikut dua orang yang bertugas menjaga kotak di Jalan Lintas Sumatra, Rengat Barat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat penggerebekan, dua orang tersebut kabur ke semak-semak.

Kepala Bea Cukai (BC) Tembilahan, Anton Martin menuturkan, barang bukti yang diamankan berupa 16 kotak styrofoam berisi 509 bungkus plastik, dengan jumlah bibit lobster berjumlah 101.800 ekor.

“Barang bukti disegel dan dibawa ke Kantor Bea Cukai Tembilahan. Selanjutnya akan diserahterimakan ke Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pekanbaru wilayah Tembilahan,” ujar Anton di Gedung Sri Gemilang, Kantor Bea Cukai Tembilahan, Jumat (3/5).

Pengungkapan itu berawal dari informasi yang diterima Bea Cukai pada Kamis (2/5) lalu, yang menyebutkan akan ada pengiriman benih lobster menuju Kampar, dan selanjutnya dikirim ke Singapura.

“Barang ini kemungkinan dari daerah pantai pesisir Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB), akan dibawa ke Kampar untuk selanjutnya ke Singapura menggunakan speed boat. Tujuan akhir biasanya Vietnam,” jelas Anton Martin.

Menurutnya, penindakan dilakukan sesuai aturan yang melarang ekspor benih lobster. Aturan ini untuk melindungi keberlanjutan stok keberagaman makhuk hidup di perairan nasional, dan meningkatkan nilai ekonomi melalui ekspor lobster dewasa yang jauh lebih tinggi.

Selain itu, bila bibit lobster dieksploitasi terus-menerus, dikhawatirkan lobster bisa punah dari perairan Indonesia. “Benih lobster termasuk hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56 tahun 2016,” tambah Anton Martin.

Diketahui, benih lobster yang akan diselundupkan itu berjenis mutiara, pasir, dan batu. Benih lobster ini selanjutnya akan dilepasliarkan oleh Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan wilayah kerja Tembilahan.

“Kita bawa ke Pekanbaru dulu, setelah itu dilepasliarkan ke daerah Aceh,” terang Febri, perwakilan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan wilayah kerja Tembilahan. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved