Pekanbaru

Tim Gabungan Satpol PP dan Dinsos Pekanbaru Kembali Jaring Anak Punk dan Pengemis

Selain anak punk. Ada juga orangtua yang mengajak anaknya mengemis. Bahkan ada anak yang mengamen di persimpangan lampu lalu lintas.

Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Tujuh orang anak punk, pengemis dan pengamen naik mobil patroli usai tim gabungan Satpol PP Pekanbaru dan Dinas Sosial Kota Pekanbaru melakukan penertiban jelang Ramadhan 1440 H, Kamis (2/5/2019) petang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Tim gabungan Satpol PP Pekanbaru dan Dinas Sosial Kota Pekanbaru melakukan penertiban jelang Ramadhan 1440 H, Kamis (2/5/2019) petang. Mereka menertibkan anak punk, pengemis dan pengamen dalam penertiban itu.

Ada tujuh orang terjaring dalam penertiban di sejumlah lokasi. Mereka menjaringnya dalam penertiban di bawah Fly Over Pertigaan Jalan Tuanku Tambusai- Jalan Jendral Sudirman, Simpang Tabek Gadang Panam dan Perempatan Mal SKA.

Kepala Satpol PP Kota Pekambaru, Agus Pramono mengatakan bahwa razia ini adalah upaya penertiban anak punk, pengemis dan pengaman. Ia menyebut bahwa razia ini untuk memberi rasa nyaman kepada masyarakat.

Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H. Satpol PP Pekanbaru mengerahkan 10 personel dalam penertiban ini.

"Penertiban ini bersama Dinas Sosial Pekanbaru. Mereka yang sudah terjaring, nantinya akan ditangani oleh dinas," terang Agus, Jum'at (3/5/2019)

Baca: Menjelang Ramadhan, Satpol PP Pelalawan Riau Larang Tempat Hiburan dan Warung Remang Beroperasi

Baca: VIDEO: Razia Warnet, Satpol PP Pekanbaru Malah Dapat Alat Isap Bong Sabu

Mereka yang terjaring kebanyakan berasal dari Kota Pekanbaru. Ada juga yang berasal dari luar kota.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Korban Tindak Kekerasn dan Perdagangan Orang di Dinas Sosial, Riko Eka Putra menyebut bahwa tim hanya bisa menjaring tujuh orang dalam penertiban kemarin. Kondisi ini karena kawasan tersebut macet.

Ia menyebut bahwa yang terjaring tidak cuma anak punk. Ada juga orangtua yang mengajak anaknya mengemis. Bahkan ada anak yang mengamen di persimpangan lampu lalu lintas.

"Kami sudah bawa ke shelter. Kalau yang berasal dari luar kota bakal kita pulangkan," paparnya terpisah.

Baca: Satpol PP Pekanbaru Tutup Paksa 12 Warnet, Buka Melebihi Jadwal Operasional

Pria berkacamata ini menyebut bahwa 13 petugas dari dinas sosial ikut dalam penertiban. Upaya penertiban daalam rangka operasi rutin. Mereka menggelarnya untuk meminimalisir jumlah gelandangan dan pengemis jelang Ramadhan. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved