Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Panggil 5 Saksi untuk Sofyan Basir, KPK: Semua Akan Diperiksa

Lima saksi kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 masuk daftar pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Panggil 5 Saksi untuk Sofyan Basir, KPK: Semua Akan Diperiksa
Tribunnews.com/Reza Deni
Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir 

Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Panggil 5 Saksi untuk Sofyan Basir, KPK: Semua Akan Diperiksa

TRIBUNPEKANBARU.COM - Lima saksi kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 masuk daftar pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka antara lain, dua unsur swasta: Mahbub dan Mustahal, Guru Swasta Rochmat Fauzi Trioktiva, Anggota DPRD Kabupaten Temanggung periode 2004-2019 Slamet Eko Wantoro, serta Direktur PT Global Energi Manajemen Mah Riana.

"Semua saksi akan diperiksa untuk tersangka SFB (Sofyan Basir)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Tersangka dalam perkara ini adalah Sofyan Basir.

Sofyan diduga membantu bekas anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo mendapatkan kontrak kerja sama proyek senilai USD 900 juta atau setara Rp 12,8 triliun.

Baca: Meski Menelan Biaya Rp 466 Triliun, Jokowi Tegaskan Akan Tetap Pindahkan Ibukota Indonesia

Baca: Ditetap Jadi Tersangka, Ini Dugaan Peran Dirut PLN Sofyan Basir Terkait PLTU Riau-1

Baca: UPDATE Kasus PLTU Riau-1, KPK Periksa Satu Pejabat PT PLN

Sofyan hadir dalam pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh Eni Maulani Saragih, Johannes Kotjo dan pihak lainnya untuk memasukkan proyek 'Independent Power Producer' (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 PT PLN.

Pada 2016, meskipun belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK), Sofyan diduga telah menunjuk Johannes Kotjo untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1 karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada kandidat.

Sehingga PLTU Riau-1 dengan kapasitas 2x300 MW masuk dalam RUPTL PLN.

Setelah itu, diduga Sofyan Basir menyuruh salah satu Direktur PT PLN agar 'Power Purchase Agreement' (PPA) antara PLN dengan Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Co (CHEC) segera direalisasikan.

Halaman
12
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved