Meski Menelan Biaya Rp 466 Triliun, Jokowi Tegaskan Akan Tetap Pindahkan Ibukota Indonesia

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, pemindahan Ibu Kota dilakukan lantaran kepadatan penduduk yang kian menekan DKI Jakarta.

Meski Menelan Biaya Rp 466 Triliun, Jokowi Tegaskan Akan Tetap Pindahkan Ibukota Indonesia
TRIBUNNEWS.COM/Laily Rachev/Setpres
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), 

Dilansir Grid.ID dari laman kompas.com, perpindahan Ibu kota Indonesia ke daerah lain merupakan rencana jangka panjang yang harus dilakukan secara bertahap.

Alasannya karena daerah pengganti Ibu Kota sudah harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Ada dua alasan utama kenapa Ibu Kota harus pindah dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Ibu Kota harus pindah dalam jangka pendek jika dalam kondisi darurat seperti peperangan atau bencana alam.

Perpindahan Ibu Kota dalam jangka pendek pun harus melihat daerah pengganti sudah siap dan mampu menerima sebagai pengganti atau belum.

Ibu Kota Negara Indonesia pernah dipindahkan ke Daerah Istimewa Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Meksi begitu, Presiden Jokowi benar-benar siap menyeriusi pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia.

Baca: 5 Artis Ini Angkat Kaki dari Grup Band dan Pilih Solo Karir, Kini Justru Makin Sukses

Baca: Pengumuman Hasil UTBK SBMPTN 2019 di pengumuman-utbk.ltmpt.ac.id, Cek Berapa Nilaimu Lewat Hape

Hal ini seperti yang diungapkan Jokowi usai menggelar buka bersama para pimpinan negara di Istana Kepresidenan pada Senin (6/6/2019).

Dilansir Grid.ID dari laman KompasTV, Presiden Jokowi menegaskan keseriusannya dalam menangani pemindahan Ibu Kota.

"Mumpung bertemu dengan ketua dan pimpinan lembaga dan negara, saya ingin menyinggung sedikit mengenai hal yang berkaitan dengan pemindahan Ibu Kota," ucap Jokowi.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved