VIDEO: Semangat Srikandi Manggala Agni Padamkan Kebakaran Lahan dan Hutan

Video Ini menampilkan Upaya Pemandaman Kebakaran lahan dan hutan yang dilakukan petugas Perempuan dari Manggala Agni

VIDEO: Semangat Srikandi Manggala Agni Padamkan Kebakaran Lahan dan Hutan

TRIBUNPEKANBARU.COM, INDRAGIRI HULU - Tugas Manggala Agni dalam melakukan pencegahan, pemadaman dan pananganan pasca kebakaran hutan dan lahan ternyata tidak terlepas dari peran serta para Srikandinya, dalam pembagian tugas, peran wanita dan pria pada brigade berlambang orangutan bertopi itu tidak ada bedanya.

Seperti Nitra Melda Yanti, wanita berusia 36 tahun yang sudah mengambi selama 16 tahun di Manggala Agni ini adalah salah satu ujung tombak pada Brigade Manggala Agni Daerah Operasi Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.

Diceritakan Melda, sudah banyak suka duka yang dirasakannya saat bertugas, namun bila semuanya sesuai rencana, semuanya akan berjalan dengan senang dilapangan, “kalau sama-sama kompak enak, kadang-kadang tergantung lokasi dilapangan, ada lahan gambut, ada lahan mineral,” katanya.

Baca: Kisah Sedih Sipongi, Orangutan yang Jadi Sumber Semangat Brigade Manggala Agni

Menurut ibu empat anak tersebut, bila yang terbakar adalah lahan gambut, biasanya pemadaman bisa berhari-hari, bahkan sampai menginap di lapangan, namun kalau lahan mineral, pemadaman bisa berjalan satu atau dua hari saja, “kendalanya selama ini ketika saat menuju lokasi saja yang jauh, untuk sampai ke lokasi titik api kita berjalan kaki, ada yang sampai delapan kilometer, begitu juga dengan sumber air, setelah kita ke lokasi yang jauh, tau-tau sumber airnya sedikit, jadi sulit untuk melakukan pemadaman,” tambah Melda.

Baca: FOTO: Aksi Srikandi Manggala Agni Padamkan Kebakaran Lahan di Rengat

Selain itu, pengalamannya yang lain adalah dengan kedalaman gambut yang tidak bisa diprediksi, terkadang bagian depan lokasi kedalamannya hanya setengah meter, saat berjalan lebih jauh lagi, kedalamam gambut bisa lebih dalam lagi, “ kalau lebih jauh, bisa sampai dua atau tiga meter, kita tidak tahu, jadi sering terperosok aja di dalam gambut yang ada bara apinya itu,” lanjutnya.

Melda sendiri saat pertama kali bergabung di Manggala Agni adalah petugas administrasi, namun karena memiliki semangat serta rasa solidaritas yang tinggi, ia pindah kelapangan. Meski sudah mempunyai empat orang anak, ia tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, “saya ingin bersama teman-teman dilangan, suami juga sangat mendukung, ia mengerti karena pensiunan dari sini (Manggala Agni, red) juga,” ujarnya.

Baca: FOTO: Petugas Manggala Agni Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Kecamatan Tapung Kampar Riau

Sementara itu, kepala Manggala Agni Daops Rengat Ismail Hasibuan mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara Srikandi dengan anggota lainnya di Manggala Agni, semuanya tetap selalu siap dalam bertugas, “Apabila turun kelapangan, semua bersedia, apabila ada kebakaran lahan, baik dari srikandi atau personil lain, semua siap turun, tidak ada perbedaan personil. Seperti saat kita BKO (Bantuan Kendali Operasi, red) ke Bengkalis Pulau Rupat beberapa waktu lalu, para srikandi juga ikut berangkat dan tidur di lapangan saat bertugas memadamkan kebakaran lahan,” kata Ismail sambil menjelaskan, di Manggala Agni Daops Rengat terdapat empat Srikandi Manggala Agni, semuanya mempunyai fungi dan peran yang sama di dalam organisasi. (Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

VIDEO: Semangat Srikandi Manggala Agni Padamkan Kebakaran Lahan dan Hutan

JANGAN LUPA SUBCRIBE DAN LIKE CHANNEL YOUTUBE TRIUBUN PEKANBARU

 
Penulis: TheoRizky
Editor: Aan Ramdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved