Di Kuansing, Dua CPNS yang Lulus Ternyata Berstatus Caleg

Dua CPNS di Kuansing dinyatakan lulus, namun ternyata berstatus caleg pada pemilu lalu. Telah dilaporkan, namun SK CPNS tetap diserahkan.

Tribun Pekanbaru
Ilustrasi - CPNS 

tribunpekanbaru.com - Seleksi CPNS di Kuansing masih menyisakan permasalahan. Terlebih dua CPNS yang berjuang menggugat keputusan Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Kuansing.

Namun dua CPNS tersebut saat ini mulai putus asa dalam mencari keadilan. Beberapa instansi pemerintah sudah ditemui, namun keadilan belum berpihak pada keduanya.

Dua CPNS tersebut adalah Fitri Nurwati dan Prengki Jumaidi. Keduanya tahun lalu ikut CPNS di Kuansing. "Sudah tidak terlalu berharap lagi soal keadilan CPNS ini. Sudah mengadu ke BKN dan Ombudsman tapi belum membuahkan hasil," kata Fitri, Kamis (9/5).

Prengki juga mengaku demikian. "Bagaimana lagi bang. Sudah berjuang maksimal," ujarnya Kamis (9/5).

Saat CPNS 2018 lalu di Kuansing, Fitri mengambil formasi guru kelas ahli pertama SDN 015 Beringin Jaya. Sedangkan Prengki mengambil untuk formasi guru seni budaya ahli pertama SMPN Pangean.

Fitri dan Prengki menggugat Panselda Kuansing, karena tetap meluluskan dua CPNS lain yang diketahui terlibat dalam kegiatan politik praktis dan bahkan berstatus sebagai calon legislatif pada pemilu lalu.

Dua CPNS yang lulus dan diduga terlibat politik praktis serta berstatus calon legislatif tersebut adalah Anda Pranata dan Mery Wanary. Anda Pranata merupakan caleg dari PKB untuk Dapil 8 Riau (Inhu-Kuansing) nomor urut 5. Sedangkan Mery adalah caleg dari PPP untuk Dapil II Kuansing nomor urut 2.

Fitri dan Prengki sudah menyerahkan berbagai bukti keduanya terlibat politik praktis dan berstatus caleg, termasuk bukti dari KPU Riau. Bukti-bukti tersebut diserahkan ke BKN Regional dan juga Ombudsman. Pelaporan ke BKN Regional dan Ombusman dilakukan periode Januari lalu, setelah mengetahui Anda Pranata dan Mery dinyatakan lulus CPNS.

Fitri dan Prengki memang memiliki kepentingan bila kelulusan Anda Pranata dan Mery dibatalkan. Sebab Fitri berada di peringkat kedua di bawah Anda Pranata. Sedangkan Prengki peringkat kedua di bawah Mery. Sistem di Panselnas, bila peringkat pertama didiskualifikasi, maka peringkat kedua yang lolos seleksi.

Namun anehnya, Ombudsman sudah mengeluarkan laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP), yang menyebutkan adanya maladministrasi dan tidak kompetennya Panselda Kuansing meloloskan Anda Pranata dan Mery.

Halaman
12
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved