Tribun WIKI

Sembilan KHALIFAH Menjaga Tapi Bukan KHILAFAH, Surau Tua di Sijunjung Menyimpan Ratusan NASKAH KUNO

Sembilan khalifah menjaga tapi bukan khilafah, namun sebuah Surau Tua di Sijunjung Sumatera Barat yang menyimpan ratusan naskah kuno

Sembilan KHALIFAH Menjaga Tapi Bukan KHILAFAH, Surau Tua di Sijunjung Menyimpan Ratusan NASKAH KUNO
Tribun Pekanbaru/Tribunpadang.com
Sembilan KHALIFAH Menjaga Tapi Bukan KHILAFAH, Surau Tua di Sijunjung Menyimpan Ratusan NASKAH KUNO 

Sembilan KHALIFAH Menjaga Tapi Bukan KHILAFAH, Surau Tua di Sijunjung Menyimpan Ratusan NASKAH KUNO

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sembilan khalifah menjaga tapi bukan khilafah, namun sebuah Surau Tua di Sijunjung Sumatera Barat yang menyimpan ratusan naskah kuno.

Nama surau yang menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Tanah Lansek Manih itu adalah Surau Tinggi Calau, dan sudah menjadi Situs Cagar Budaya dan di sana ada makam Syekh Abdul Wahab.

Surau Tinggi Calau yang berada di Jorong Subarang Sukam, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat ini setiap tahun dikunjungi puluhan ribu orang untuk beribadah di surau ini.

Baca: SURAU TUA AL IRHAASH di Pekanbaru, Saksi BISU Perjuangan LASKAR FISABILILLAH Masa Penjajahan Belanda

Baca: Ada MASJID Tanpa KUBAH di Pekanbaru, MEGAH dan Suasananya Serasa Berbuka di Timur Tengah, Namanya?

Baca: MASJID di Pekanbaru Ini Datangkan QORI TERBAIK di Riau untuk IMAM, Manjakan Jamaah Selama Ramadhan

Baca: BERKUDA dalam Menunggu BERBUKA di Masjid Al Falah Pekanbaru, Ada 500 Pack MOREH Bagi Jemaah TARAWIH

Dikutip dari Tribunpadang.com, Makam Syekh Abdul Wahab merupakan tujuan utama wisata reliji di kompleks Kampung Calau Jorong Subarang Sukam, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Selain makam Syekh Abdul Wahab, di sana juga terdapat surau yang menyimpan sejarah.

Memasuki gerbang berjalan kurang lebih 10 meter ke arah selatan terlihat papan nama bertuliskan “Situs Cagar Budaya Surau Tinggi Calau”.

Di belakang papan nama akan terlihat sebuah bangunan berbentuk rumah gadang memiliki atap bergonjong enam.

Empat gonjong pada bangunan utama, satu gonjong pada mihrab, dan satu gonjong pada beranda (serambi).

Paduan warna biru, putih, dan coklat melapisi dinding yang terbuat dari kayu.

Halaman
1234
Editor: Nolpitos Hendri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved