Indragiri Hulu

Distribusi Air di Rengat Riau Terhambat karena Sampah Plastik Tersedot Pompa PDAM

PDAM Tirta Indra Rengat terpaksa hentikan sementara produksi dan distribusi air bersih karena sampah tersedot oleh pompa input di Sungai Indragiri

Distribusi Air di Rengat Riau Terhambat karena Sampah Plastik Tersedot Pompa PDAM
.
pdam 

Distribusi Air di Rengat Riau Terhambat karena Sampah Plastik Tersedot Pompa PDAM

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indra Rengat terpaksa menghentikan sementara produksi dan distribusi air bersih karena sampah yang tersedot oleh pompa input di Sungai Indragiri.

Akibatnya, selama tiga sampai empat hari mendatang distribusi air ke masyarakat diprediksi masih belum lancar.

Hal ini dipastikan melalui konfirmasi yang dilakukan Tribuninhu.com dengan Direktur PDAM Tirta Indra Rengat, Alfian Rachmat.

Alfian berkata sampah ditemukan di dalam pompa input pada Kamis (9/5/2019) kemarin.

Baca: Diduga Korban Salah Sasaran, Angga Tewas dalam Tawuran Remaja di Pekanbaru Jalan Soekarno Hatta

Pihaknya berupaya melakukan pembersihan dengan cara mengangkat pompa tersebut ke permukaan, kemudian membersihkan pompa serta pipa secara manual.

"Kita menemukan sampah plastik mulsa yang biasa digunakan untuk pertanian cabe itu masuk ke dalam pipa sepanjang sepuluh meter, akibatnya debit air yang diisap oleh pompa menjadi berkurang dari biasanya," kata Alfian, Jumat (10/5/2019).

Alfian menerangkan, kondisi ini sering kali terjadi. Pasalnya posisi pompa yang berada di dalam air membuat petugas tidak bisa selalu melakukan pengawasan.

Padahal di dalam air, pipa juga dipasangkan jaring agar sampah tidak tersedot ke dalam pompa.

"Petugas kita selalu melakukan kontrol, ketahuannya tersumbat ketika debit air yang masuk sedikit. Biasanya minimal satu pompa itu bisa menyedot 40 liter air per detik, namun karena tersumbat sampah jadi berkurang jumlah inputnya," kata Alfian.

Baca: Motif Dua Pelajar SMP Lempari Markas Polda Riau Pakai Mercon, Tak Terima Ditertibkan

Dirinya berkata tersumbatnya pompa PDAM Tirta Indra tersebut tidak hanya sekali ini terjadi. Menurutnya ada dua jenis sampah yang sering tersedot oleh pompa, pertama sampah alam berupa dedaunan, ranting dan kayu.

Selainsampah alam petugas paling banyak menemukan sampah plastik yang tersedot oleh pompa, seperti botol air mineral yang terbuat dari plastik.

Oleh karena itu, Alfian berharap agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke dalam sungai.

"Kalau sampah alam tidak bisa kita kendalikan, namun kalau sampah karena manusia ini bisa kita kendalikan," tegasnya.

Proses perbaikan pompa PDAM tersebut memakan waktu setengah hari. Saat ini pompa tersebut sudah kembali berproduksi.

Baca: FOTO: Lampu Colok Meriahkan Malam Ramadhan 1440 H di Rumbai Pesisir Pekanbaru

Namun proses distribusi air ke setiap rumah tangga masih belum normal. Menurut Alfian hal ini dikarenakan pipa-pipa yang menyalurkan air ke rumah tangga sempat kosong.

Sehingga dibutuhkan waktu tiga sampai empat hari agar distribusi kembali normal.

"Tadi kita mendapat keluhan dari masyarakat Pasiran, namun sudah kita atasi dengan mengirimkan tangki air untuk mendrop kebutuhan air masyarakat di sana," ujarnya. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit).

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved