Siak

Gara-gara Mencoblos Lebih 1 Kali, Pasutri di Kandis Siak Riau Ini Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Pasutri Kandis itu memberikan hak suaranya lebih dari 1 kali di TPS berbeda. Setelah mencoblos di TPS pertama dia pergi ke TPS lain untuk mencoblos

Gara-gara Mencoblos Lebih 1 Kali, Pasutri di Kandis Siak Riau Ini Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?
Internet
Ilustrasi 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Pasangan sumai istri (Pasutri) di Kandis yang melakukan pencoblosan lebih 1 kali pada Pilpres 2017 akhirnya ditetapkan tersangka. Bahan keterangan dan barang bukti sudah dilimpahkan Bawaslu kabupaten Siak, Riau ke Polres Siak.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Siak Ahmad Dardiri mengatakan, memang ada Pasutri melakukan pencoblosan lebih 1 kali di Kandis.

Pada Rabu 8 Mei 2019 kemarin, Sentra Gakkumdu Bawaslu kabupaten Siak melakukan pembahasan kedua terkait pelanggaran yang terjadi tersebut.

"Pasutri Kandis itu memberikan hak suaranya lebih dari 1 kali di TPS berbeda. Setelah mencoblos di TPS pertama dia pergi ke TPS lain untuk mencoblos," kata dia.

Baca: NARAPIDANA Narkoba Meninggal RSUD Siak, Ini Sebabnya, Sudah Jalani Hukuman di Rutan Siak

Baca: Disidak Kepala Disperindag Siak, Para Pedagang di Pasar Belantik Menyambut dengan Senyum

"Dari hasil pembahasan itu menghasilkan bahwasanya kasus ini bisa dinaikkan ke proses penyidikan," kata Dardiri Jumat (10/5/2019).

Berdasarkan hasil rapat tersebut, pihaknya melimpahkan berkas berupa bahan keterangan dan barang bukti ke Polres Siak.

Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui Kasat Reskrim AKP M Faizal Ramzani mengatakan, berkas perkara dan barang bukti sudah diterimanya.

Pasutri yang melakukan tindak pidana Pemilu tersebut sudah ditetapkan tersangka.

"Kita baru terima berkas ya dari Bawaslu, tentu saja ini kita tindaklanjuti ke penyidikan," kata dia.

Pihaknya punya waktu 2 kali 7 hari untuk menuntaskan perkara tersebut.

Baca: Perkara Dugaan Pemalsuan SK Menhut di Siak Riau, Kuasa Hukum 2 Terdakwa Bantah Klien Palsukan Surat

Sedangkan kedua tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun.

"Kita akan panggil kedua tersangka untuk diperiksa," kata dia. (Tribunsiak.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved