Siak

Sejumlah Anggota Koperasi Sengkemang Jaya Kota Gasib Siak Minta Presiden Cabut Izin PT DSI

Hampir 2.000 Ha lahan di tempat kami dikuasai PT DSI dan sudah 396 ha ditanami sawit sejak 2010. Kita harap agar SK Menhut itu dicabut oleh Presiden

Sejumlah Anggota Koperasi Sengkemang Jaya Kota Gasib Siak Minta Presiden Cabut Izin PT DSI
internet
kebun sawit lebat 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Sejumlah anggota Koperasi Sengkemang Jaya, Kecamatan Kotogasib, Kabupaten Siak memantau persidangan dugaan kasus pemalsuan SK Menhut oleh terdakwa Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI), Suratno Konadi dan Mantan Kadishutbun Kabupaten Siak, Teten Effendi, Kamis (16/5/2019) di PN Siak.

Mereka meminta presiden Jokowi mencabut izin PT DSI karena menyerobot lahan koperasi.

"Hampir 2.000 Ha lahan di tempat kami dikuasai PT DSI dan sudah 396 ha ditanami sawit sejak tahun 2010. Ya kita harap agar SK Menhut itu dicabut oleh presiden dan lahan kami dapat kembali," kata Ketua Koperasi Sengkemang Jaya, Iswondo.

Dia menguraikan, pihaknya secara sadar terus memantau persidangan perkara tersebut di PN Siak.

Tujuannya untuk mempelajari celah untuk dapat melawan PT DSI atas penguasaan lahannya.

Palsukan Putusan Menhut, Direktur PT DSI dan Eks Kadishutbun Siak Riau Jadi Tersangka dan DPO
Palsukan Putusan Menhut, Direktur PT DSI dan Eks Kadishutbun Siak Riau Jadi Tersangka dan DPO (Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri)

Ia menguraikan, awalnya koperasinya di kampung Sengkemang mendapatkan lahan pencadangan dari Pemkab Siak seluas 3.000 Ha.

Berdasarkan hal tersebut pihaknya bekerjasama dengan suatu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan menanam pohon Akasia.

Ia kaget lahan tersebut dianggap masuk ke dalam izin PT DSI. Padahal dalam SK Menhut itu lahan PT DSI hanya mencakup wilayah Kecamatan Mempura dan Dayun.

Namun setelah dikeluarkan izin lokasi oleh Pemkab Siak tahun 2006 malah sampai ke kampung Sengkemang.

"Terakhir 2009 kita menerima Rp6 juta per panen dengan 282 anggota koperasi. Jadi kami sudah mengalami kerugian sejak 2009 itu hingga sekarang, tidak dapat lagi dana kompensasi," ungkapnya.

Baca: Mantan BUPATI SIAK Arwin AS dan Sejumlah Pejabat HADIR pada Sidang PT DSI Kasus Pemalsuan SK Menhut

Baca: JPU Hadirkan 5 Saksi, Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan SK Menhut Libatkan PT DSI dan Eks Kadishutbun

Baca: Kejari Siak Keluarkan Direktur PT DSI dari Rutan Siak Riau pada Sore Jumat

Terlebih lagi lanjutnya kepala kampungnya tidak mendukung dan malah bekerjasama dengan PT DSI.

Bahkan juga sudah mendirikan koperasi baru lagi dan tidak mengakui Sengkemang Jaya dengan anggota atas nama yang sama pula.

"Seluas 1.870 ha sudah patok kami ajukan ke BPN untuk diukur. Tapi penghulu kampung hanya setujui 210 Ha saja, dan malah dirikan koperasi baru," tambahnya.

Pihaknya juga akan terus melawan PT DSI untuk memulihkan hak-hak anggota koperasinya.

Sebab, mereka merasa dirugikan baik secara moril apalagi materil selama PT DSI tiba di kampung Sengkemang. (Tribunsiak.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved