Bengkalis

Santet Tak Mempan, Istri di Mandau Riau Sewa Orang Bunuh Suami, Bayaran 10 Juta Baru Dicicil 3 Juta

Salah satu pelaku adalah istri korban yang menjadi otak dari pembunuhan sadis tersebut.

Santet Tak Mempan, Istri di Mandau Riau Sewa Orang Bunuh Suami, Bayaran 10 Juta Baru Dicicil 3 Juta
istimewa
Kapolres Bengkalis saat mengekspose pengungkapan pembunuhan dengan modus Curas di Polsek Mandau, Kamis (16/5) pagi tadi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelaku pembunuhan Salman (42) warga Jalan Pelita Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis akhirnya terkuak. 

Sebelumnya Salman ditemukan tewas di dalam kamar oleh istrinya dan dilaporkan karena pencurian dengan kekerasan Minggu (13/5/2019. 

Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, salah satu pelaku adalah istri korban Rifna yang menjadi otak dari pembunuhan sadis tersebut.

Rifna (RA) ditangkap bersama dua pelaku lain berinisial AW (33) dan HS (33)

"RA merencanakan pembunuhan terhadap suaminya, Salman dibantu oleh AW dan HS, dengan bayaran Rp10 juta," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto, saat memberikan keterangan pada wartawan, Kamis (15/5/2019).

Padahal sebelumnya, RA membuat laporan ke polisi pada Minggu (13/5/2019) atas kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan suaminya meninggal.

"Laporan polisi ini dibuat sendiri oleh pelaku RA yang juga merupakan istri korban," sebut Yusup.

Baca: Patut Dicoba, Suami Pergoki Istri Berselingkuh Setelah Lacak Lokasi WhatsApp Dengan 8 Langkah Ini

Baca: Wawan Hamili Pacar dan Selingkuhan Sekaligus, Keduanya Minta Dinikahi, Namun Malah Barakhir Apes

Baca: Berdasarkan Penelitian Ini 7 Kondisi yang Membuat Wanita Mudah Tergoda untuk Selingkuh, Waspadalah!

Kapolres Bengkalis saat mengekspose pengungkapan pembunuhan dengan modus Curas di Polsek Mandau, Kamis (16/5) pagi tadi.
Kapolres Bengkalis saat mengekspose pengungkapan pembunuhan dengan modus Curas di Polsek Mandau, Kamis (16/5) pagi tadi. (istimewa)

Saat pemeriksaan, polisi meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk RA.

Namun polisi menemukan sejumlah kejanggalan.

Dalam laporan yang dibuat RA kepada penyidik Polsek Mandau, suaminya dikatakan pulang ke rumah sekitar pukul 01.30 WIB setelah bermain kartu dengan temannya.

Saat sampai di rumah, korban tidur di dalam kamar, sementara istri dan anak nya tidur di ruang tengah.

Menurut keterangan RA, sekitar pukul 05.00 WIB ia terbangun dan mendengar suara azan Subuh.

Lalu dia membangunkan suaminya untuk berangkat kerja.

Namun saat masuk kedalam kamar, RA mmelihat bercak darah pada bagian dinding kamar dan melihat suaminya telah tewas.

"Kondisi kamar berantakan dan saat di cek pada lemari, 2 buah cincin dan kalung emas telah hilang. Selain itu pintu dapur dalam keadaan terbuka," sebut RA dalam laporan.

Berdasarkan laporan tersebut, kemudian anggota Polsek Mandau melakukan penyelidikan dan dari hasil olah TKP ditemukan banyak kejanggalan.

Baca: Fakta & Kronologi Tawuran 2 Kelompok Pemuda di Pekanbaru, Kondisi Korban hingga Ada Rumah Dimolotov

Baca: Bersenjatakan Batu Gilingan & Sangkur, Seorang Istri di Mandau jadi Otak Pembunuhan Suami Sendiri

Baca: KISAH PILU Soekarno Ketika Kekuasaan Beralih ke Soeharto & Pengakuan Istri Ketujuh Soal Harta Karun

"Kemudian petugas menemukan bungkusan plastik yang berisikan 3 helai kain lap kotor yang ada bercak darah di tempat pembuangan sampah di belakang rumah korban," kata Yusup.

Setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam, RA akhirnya mengakui perbuatannya.

Sang istri bunuh suaminya sendiri lewat pembunuh bayaran.

"Jadi seolah-olah kejadian tersebut dibuat seperti kasus pencurian dan pelaku RA yang juga istri korban memberitahukan tetangganya bahwa ada kejadian pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan suaminya meninggal dunia," ungkap Yusup.

Pada tubuh korban ditemukan luka benturan akibat benda tumpul di kepala dan rahang korban. Sementara di bahu dan perut korban ditemukan luka tikam.

"Saat ini ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mandau terkait pembunuhan berencana yang dilakukan oleh istri korban sendiri," ucap Yusup.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi yaitu satu pisau dapur. satu batu gilingan cabe, tiga buah kain lap yang terdapat bercak darah, satu buah bantal, dan tiga handphone milik pelaku.

Diduga karena Perselingkuhan

Pembunuhan terhadap Salman (42) warga Pematang Pudu kecamatan Mandau ternyata bukan tanpa alasan. Dugaan pembunuhan terhadap korban dilakukan oleh istrinya sendiri dikarena peselingkuhan.

Dimana Rifna Istri korban mengeluh kepada selingkuhanya diketahui bernama Anel sering diperlakukan kasar oleh Suaminya.

"Istri korban ini selingkuh kemudian mengadu kepada selingkuhannya sering diperlakukan kasar oleh suaminya, dan meminta mencarikan dukun untuk menyantet korban," terang Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto.

Kemudian Rifna dikenalkan oleh Selingkuhanya kepada Honas yang merupakan karyawan sebuah perusahaan di Duri. Saat bertemu dengan Honas yang mengaku dukun ini Rifna ditemani rekannya Avwita.

"Saat bertemu Honas memberikan remasan jeruk purut yang sudah dimantra. Agar diberikan kepada suaminya agar terkena santet," Kapolres.

Namun setelah dua hari anjuran Honas tidak berefek terhadap suami Rifna. Kemudian Rifna kembali mendatangi Honas mempertanyakan ramuannya tidak berdampak.

Bayaran untuk Membunuh Suami Dicicil

Santet tak mempan, Rifna pun meminta Honas untuk menghabisi nyawa suaminya. 

"Dia juga meminta agar Honas untuk meminta agar segera membunuh suaminya. Namun awalnya Honas menolak melakunya," terangnya.

Namun setelah dibicarakan mereka berdua akhirnya Honas mau melakukan pembunuhan tersebut.

Dengan bayaran sebesar 25 juta rupiah.

Namun Rifna tidak menyanggupi permintaan Honas tersebut.

Kemudian menawarkan kemampuannya sebesar 10 juta rupiah.

"Rifna meminta kurang menjadi sepuluh juta dengan pembayaran secara dicicil bayaran awal 3 juta rupiah. Sisanya akan di bayarkan apabila BPJS kematian suaminya sudah keluar," jelas Kapolres.

Tergiur tawaran ini baru di bayarkan kemudian Honas mengiyakan penawaran tersebut.

Uang 3 juta tersebut dibayarkan Rifna hasil penjualan emas yg dilaporkan hilang saat pembunuhan Salman. 

(TribunPekanbaru/Muhammad Natsir/Kompas.com)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved