Ramadhan 1440 H

Awas!, Jangan Main Belakang Berhubungan Ranjang, Begini Akibat dan Hukumnya Dalam Islam

Berhubungan seks bagi suami melalui anus istrinya atau anal seks atau main belakangan adalah haram sesuai dalil agama

Awas!, Jangan Main Belakang Berhubungan Ranjang, Begini Akibat dan Hukumnya Dalam Islam
foto/net
Awas!, Jangan Main Belakang Berhubungan Ranjang, Begini Akibat dan Hukumnya Dalam Islam 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pasangan suami istri perlu saling melengkapi kekurangan antara satu dengan lainnya, baik secara lahir maupun batin.

Dalam masalah hubungan ranjang, Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kebebasan, kepada para suami untuk mendatangi istrinya dengan metode apa saja.

Seperti dikutip dari NU.or.id sebagaimana yang difirmankan dalam Al Qur'an:

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

Artinya: “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS: Al Baqarah: 223)

Menurut Ibnu Abbas, ahli tafsir yang menjadi paman Rasululullah shallallahu alaihi wa sallam, istilah al-harts atau yang dalam bahasa Indonesia dimaknai sebagai ladang mempunyai arti maudhu’ul walad atau tempat anak/rahim (Abil Fida' Isma'il ibn Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Kairo, al-Faruq al-Haditsiyah, 2000, jilid 2, halaman 305).

Baca: BATALKAH Puasa Wanita yang Membuka AURAT Siang Hari? Apa Hukum Puasa Lelaki yang Melihat Auratnya?

Baca: Menghilangkan Asam Lambung yang Tiba-tiba Naik Saat Puasa, Lakukan Hal Sederhana Ini

Ibnu Katsir, sebagaimana disampaikan dalam beberapa hadits, memberi batasan tentang bagaimana seharunya hubungan intim suami istri.

Menurutnya, kata “sekehendakmu” bukan berarti bebas sama sekali, semau-mau mereka, melainkan tetap pada koridor berhubungan pasutri melalui vagina.

فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ) أي: كيف شئْتم مقبلة ومدبرة في صِمام واحد)

Artinya: “Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.

Maksudnya adalah semau kamu baik dengan cara berhadap-hadapan atau saling memungungi yang penting melalui satu katup (vagina). (Ibn Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, 2000: 305)

Halaman
1234
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved