Berita Riau

Berlangsung Hingga Jumat Dini Hari, 28 Kotak Suara di Rohul Dibuka Pada Saat Sidang

Kotak suara tersebut dibuka pada saat sidang pelanggaran administrasi acara cepat Pemilu di Bawaslu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)

Berlangsung Hingga Jumat Dini Hari, 28 Kotak Suara di Rohul Dibuka Pada Saat Sidang
istimewa
Majelis Pemeriksa pada Sidang Administrasi Acara Cepat Pemilu memeriksa kotak suara pada saat sidang pelanggaran administrasi di Kantor Bawaslu Rohul, Jumat (17/5/2019) dini hari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau memutuskan untuk membuka 28 kota suara. Kotak suara tersebut dibuka pada saat sidang pelanggaran administrasi acara cepat Pemilu di Bawaslu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sedang berlangsung sejak Kamis (16/5/2019) hingga Jumat (17/5/2019) dini hari.

"Sebenarnya ada 90 TPS yang dilaporkan oleh para pelapor. Namun setelah diverifikasi dan diklarifikasi, 62 kotak suara lainnya ternyata telah dibuka saat pleno di tingkat kecamatan dan kabupaten," ujar Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan yang juga bertindak sebagai Ketua Majelis Pemeriksa pada sidang pelanggaran administrasi, Sabtu (18/5/2019).

Baca: VIDEO: Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Pelajar Rohul Riau Yang Tenggelam Di Sungai

Majelis Pemeriksa pada Sidang Administrasi Acara Cepat Pemilu memeriksa kotak suara pada saat sidang pelanggaran administrasi di Kantor Bawaslu Rohul, Jumat (17/5/2019) dini hari.
Majelis Pemeriksa pada Sidang Administrasi Acara Cepat Pemilu memeriksa kotak suara pada saat sidang pelanggaran administrasi di Kantor Bawaslu Rohul, Jumat (17/5/2019) dini hari. (istimewa)

Dari hasil pemeriksaan terhadap 28 kota suara yang dibuka tersebut kata Rusidi, mereka menyimpulkan tidak terdapat perbedaan angka perolehan suara Caleg dan Parpol.

Dengan tidak adanya perbedaan suara yang ditemukan, dalam sidang KPU Rohul dan jajarannya dinyatakan sudah benar dan tidak ditemukan pelanggaran administrasi, sebagaimana yang dituduhkan pelapor.

"Pihak yang melaporkan dugaan kecurangan tersebut yaitu Hendra Master dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Riko Wahyudi dari Gerindra. Kedua laporan diterima Bawaslu pasca pleno rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Rohul beberapa waktu lalu," ujarnya.

Baca: Partai Golkar Minta Bupati Sukiman Segera Rekom ke DPRD Kandidat Cawabup Rohul Riau

Saat sidang berlangsung kata Rusidi, mereka mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Bahkan, Polres Rohul menyiapkan 1 unit Water Canon untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan saat majelis sidang membacakan putusan.

"Sebelum memutuskan KPU Rohul tak bersalah, kami dari majelis sudah mempertimbangkan dan kesimpulan dari fakta-fakta persidangan, pemeriksaan saksi dan pemeriksaan langsung terhadap dokumen yang ada dalam kotak suara, hasilnya clear, KPU Rohul dan Jajarannya tidak melakukan pelanggaran," ungkap Rusidi. (TRIBUNPEKANBARU.COM/Guruh Budi Wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved