Kampar

Batu Kepala Kerbau Jadi Daya Tarik, Masjid Jami di Air Tiris Kampar Dibangun Tanpa Paku

Satu diantara peninggalan masa lalu yang masih bertahan dan lestari hingga saat ini yakni sebuah masjid di Kelurahan Air Tiris Kabupaten Kampar.

Batu Kepala Kerbau Jadi Daya Tarik, Masjid Jami di Air Tiris Kampar Dibangun Tanpa Paku
istimewa
Masjid Jami Air Tiris yang berdiri tahun 1901 dibangun tanpa paku. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kabupaten Kampar bukanlah suatu daerah yang baru. Kabupaten ini sudah melalui perjalanan panjang. Banyak hal yang bersejarah dari masa lampau.

Satu diantara peninggalan masa lalu yang masih bertahan dan lestari hingga saat ini yakni sebuah masjid di Kelurahan Air Tiris Kabupaten Kampar.

Masjid ini menjadi masjid tua yang ada di kabupaten dengan daerah terluas tersebut.

Tempat ibadah ini dikenal dengan nama Masjid Jami Air Tiris. Ketika datang berkunjung, tepat di papan nama tempatnya dijelaskan bahwa masjid ini ada sejak tahun 1901.

Penjaga Masjid Jami Air Tiris, Amirrudin Khatib, Minggu (19/5/2019) mengatakan masjid tua tersebut dibangun sejak zaman kenagarian di daerah tersebut.

Desain masjid ini dibangun dengan perpaduan gaya bangunan Melayu dan Tionghoa. Pada saat akan membangun masjid, pendirinya Datuok Onku Mudo mencontoh desain dari Masjid Demak.

Sepenuhnya masjid tersebut dibangun menggunakan bahan kayu yang memberi kesan klasik yang kental pada masjid ini.

Uniknya masjid yang dibangun menggunakan bahan kayu ini tidak menggunakan paku melainkan hanya memanfaatkan siku-siku penyambung yang membuatnya kokoh.

Tiang dari masjid ini juga dibangun menggunakan kayu.

Ada 40 tiang di masjid tersebut. Bukan tanpa arti, menurut Amiruddin dengan 40 tiang tersebut setiap Salat Jumat tiba, jumlah jamaah yang hadir paling sedikit tidak pernah di bawah 40 jamaah.

Seperti bagaimana pola hidup orang zaman dahulu yang menggantungkan hidup dari sungai, masjid inipun dibangun tidak jauh dari Sungai Kampar yang merupakan satu diantara sungai besar di Riau.

Selain sejarah pembangunannya, keunikan lain masjid ini yakni adanya sebuah batu berbentuk kepala kerbau yang teronggok di sebuah bak kecil di sekitar masjid.

Di balik batu ini ada sejumlah cerita mistis yang menjadi sejarahnya. Amiruddin mengatakan batu ini bisa berpindah-pindah sendiri tanpa ada orang yang memindahkannya.

Dahulu pernah beberapa kali pindah ke sebuah sumur di area masjid. Setelah beberapa hari, batu itu baru pindah lagi ke tempatnya semula.

"Banyak warga sekitar meyakini batu kepala kerbau itu bisa memberikan kesembuhan bermacam penyakit. Tak jarang orang memanfatkan air yang merendam batu untuk membasuh tubuh bahkan meminumnya," ucapnya. (Tribunpekanbaru/ikhwanul rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved