Kepulauan Meranti

Waspada Ayam Dipotong Tak Sesuai Syariat, Masyarakat Meranti Riau Diimbau Tak Belanja di Lapak Ini

Pantauan di lapangan masih banyak para pedagang yang belum paham cara memotong sesuai syariat Islam.

Waspada Ayam Dipotong Tak Sesuai Syariat, Masyarakat Meranti Riau Diimbau Tak Belanja di Lapak Ini
Istimewa
Tim monitoring peredaran daging Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP, Karantina, MUI dan DisperidnagKopUKM mendatangi beberapa pasar di Kota Selatpanjang Jumat (17/5/2019). 

Waspada Ayam Dipotong Tak Sesuai Syariat, Masyarakat Meranti Riau Diimbau Tak Belanja di Lapak Ini

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Tim monitoring peredaran daging Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP, Karantina, MUI dan DisperidnagKopUKM mendatangi beberapa pasar di Kota Selatpanjang.

Pantauan di lapangan masih banyak para pedagang yang belum paham cara memotong sesuai syariat Islam.

Dari hasil monitor masih ditemukan ayam yang dipotong tidak sempurna.

"Kami menemukan ada pedagang yang menjual ayam tidak dipotong secara sempurna karena masih ada saluran untuk makanan yang belum putus sempurna," kata Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPTPP Kabupaten Kepulauan Meranti, Drh Syafrilia Wulandari Minggu (19/5/2019).

Baca: Sejak Awal Ramadhan 1440 H, 30 Pengemis Dapat Peringatan dari Dinsos Pekanbaru

Lebih lanjut ia mengungkapkan, tujuan monitoring adalah untuk mendeteksi keberadaan daging yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Tetapi pihaknya lebih berkonsentrasi terhadap pemotongan unggas, yakni ayam potong.

"Dari hasil Sidak pasar pengawasan produk pangan asal hewan, diimbau kepada seluruh umat muslim untuk tidak membeli daging ayam, ceker, hati, maupun kulit dari lapak Apo yang beralamat di pasar SD Komplek Jalan Imam Bonjol. Karena, setelah kita periksa pemotongannya tidak sesuai syariat Islam. Juru potongnya mengakui hal itu, dan tidak halal jika kita konsumsi," kata Drh Syafrilia.

Lebih lanjut dikatakannya, penjual ayam potong yang bernama Apo temasuk pedagang yang bandel dan tidak mengikuti imbauan yang diberikan.

Bahkan label ayam non muslim yang ditempel petugas tahun lalu ditutupnya untuk mengelabui umat Islam.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved