Bawaslu Tolak Tindak Lanjuti Laporan BPN Soal Dugaan Pelanggaran Pemilu, Ini Alasannya

Bawaslu menyatakan bahwa kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan BPN telah selesai.

Bawaslu Tolak Tindak Lanjuti Laporan BPN Soal Dugaan Pelanggaran Pemilu, Ini Alasannya
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Ratusan massa dari Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) yang terdiri dari 63 ormas se-Riau melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor KPU Riau, Jumat (17/5/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) menolak untuk menindaklanjuti laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno soal dugaan pelanggaran pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif yang terjadi di luar negeri. 

Hal itu disampaikan dalam pembacaan putusan pendahulan pada sidang dugaan pelanggaran pemilu yang digelar di kantor Bawaslu.

"Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu terstruktur, masif, sistematis (TSM) tidak dapat diterima. Demikian diputuskan pada rapat pleno Bawaslu," kata Ketua Bawaslu Abhan saat membacakan putusan di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Laporan tersebut ditolak untuk ditindaklanjuti lantaran alat bukti yang dibawa oleh BPN tidak cukup mendukung.

Selain itu, Bawaslu menyatakan, bukti yang dibawa oleh BPN tak menunjukan adanya dugaan pelanggaran pemilu yang terstruktur dan masif yang dilakukan oleh terlapor.

"Bahwa bukti print out berita online tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus didukung dengan alat bukti lain berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan oleh terlapor yang terjadi paling sedikit di 50 persen dari jumlah daerah provinsi di Indonesia," ujar Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dalam sidang.

Baca: Fakta-fakta Tanggal 22 Mei, Rencana Aksi Teroris, Moeldoko Soal Sniper, hingga Hasil Pleno KPU

Baca: Gerindra Sindir Putra SBY: Datang ke BPN Gak Bisa tapi Kongkow Bareng Pendukung Jokowi Bisa

Baca: TERBARU Update Real Count KPU Pilpres Senin 20 Mei 2019 07.30 WIB, Data Masuk Sudah 90,72%

Oleh karena hal tersebut, Bawaslu menyatakan bahwa kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan BPN telah selesai.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hanafi Rais, mendatangi kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat(17/5/2019).

Hanafi melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif yang terjadi di luar negeri.

"Terutama yang terjadi di luar negeri, di Malaysia, di Hongkong, di Sidney, di Saudi, di Vatikan di beberapa negara lain yang memang berdasarkan temuan-temuan itu sifatnya memang bisa terkategorisasi TSM sehingga kita collect semua laporan tersebut," kata Hanafi saat ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Sementara itu, Penasihat Hukum BPN Sahroni mengatakan, pihak yang dilaporkan adalah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01 dan Komisi Pemilihan Umum (KPU)

"Terlapornya adalah dalam hal ini KPU sama Paslon 01," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawaslu Tolak Tindak Lanjuti Laporan BPN Soal Pelanggaran Pemilu yang Terstruktur, Masif, dan Sistematis", https://nasional.kompas.com/read/2019/05/20/12124601/bawaslu-tolak-tindak-lanjuti-laporan-bpn-soal-pelanggaran-pemilu-yang.

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved