Breaking News:

Fakta Baru Kasus Mutilasi di Malang, Sugeng Bunuh Korban karena Tak Bisa Melayani Nafsunya

Fakta terbaru kasus mutilasi seorang wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang diungkap polisi.

Editor: Sesri
KOMPAS.com / ANDI HARTIK
Sugeng Santoso (49) terduga pelaku mutilasi terhadap tubuh wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang dalam konferensi pers di Kota Malang, Senin (20/5/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MALANG - Fakta terbaru kasus mutilasi seorang wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang diungkap polisi.

Terungkap Sugeng Santoso-lah  yang membunuh korban sebelum melakukan mutilasi.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri korban terlebih dahulu dibunuh oleh pelaku yang bernama Sugeng Santoso (49) sebelum dimutilasi.

Hal ini berbeda dari pernyataan sebelumnya yang menyebutkan korban meninggal terlebih dahulu dan kemudian dimutilasi oleh pelaku.

"Hasil penyelidikan mendalam ditemukan bukti-bukti dan fakta-fakta yang mengarah bahwa kasus ini diawali dengan pembunuhan, baru kemudian dilakukan mutilasi. Beda dengan pengakuan pelaku yang pertama," katanya dalam konferensi pers di Mapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).

Asfuri menjelaskan, korban dibunuh dan dimutilasi menggunakan gunting pada Rabu (8/5/2019) dini hari atau sehari setelah korban bertemu dengan pelaku.

Pelaku membunuh korban karena tidak mampu memuaskan hawa nafsunya pelaku, karena korban dalam kondisi sakit.

Baca: Kisah Asmara Sugeng dan Dugaan Motifnya Lakukan Mutilasi Mayat Wanita di Malang

Baca: Fakta & Pengakuan Mengejutkan Terduga Pelaku Mutilasi di Malang, Polisi Rilis Sketsa Wajah Korban

"Pelaku kecewa, mengajak berhubungan badan namun sakit. Korban sakit sehingga pelaku ini tidak bisa melampiaskan hasratnya untuk berhubungan badan dengan korban," katanya.

Menurut Asfuri, pelaku bertemu korban pada Selasa (7/5/2019).

Saat itu, korban yang diduga tunawisma meminta uang kepada pelaku yang juga tunawisma.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved