Ramadan

Hitungan Anak Tangga Selalu Berbeda,Pesona Mimbar Berusia Ratusan Tahun di Masjid Jamik Koto Pangean

Masjid Jamik Koto Pangean yang berada di Desa Koto Pangean menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam di Kabupaten Kuansing ratusan tahun lalu.

Hitungan Anak Tangga Selalu Berbeda,Pesona Mimbar Berusia Ratusan Tahun di Masjid Jamik Koto Pangean
TRIBUNPEKANBARU/PALTI SIAHAAN
Mimbar Masjid Jamik Pangean di Desa Koto Pangean, Kuansing yang diperkirakan 100 tahun lebih, Senin (20/5/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Masjid Jamik Koto Pangean yang berada di Desa Koto Pangean, Kecamatan Pangean menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam di Kabupaten Kuansing ratusan tahun lalu.

Jamiun, garin Masjid Jamik mengatakan, masjid yang berdiri saat ini sudah mengalami renovasi sebanyak dua kali dari masjid awal, tapi mimbarnya masih asli.

"Tapi kalau mimbar masjid masih sejak awal itu. Umur mimbar itu saya kurang tahu pasti, tapi sudah ratusan tahun," kata Jamiun, Senin (20/5/2019).

Jamiun yang sudah berusia 81 tahun, dalam kesehariannya dibantu M Subur Rasidin ini menuturkan, mimbar berusia ratusan tahun tersebut masih difungsikan di masjid. Saat ini warnanya lebih dominan hijau.

Mimbar yang terbuat dari kayu itu tidak dipaku maupun diikat. Namun hanya dipahat dan bisa dilepas.

"Waktu renovasi, mimbar itu kami keluarkan dan kami lepas. Setelah itu kami pasang lagi," ujarnya.

Dikutip dari situsbudaya.id, Masjid Jamik Koto Pengaean dibangun pertama kali pada abad ke-17.

Artinya, mimbar yang saat saat ini berasal dari abad ke-17. Dari para leluhurnya, Jamiun memastikan hanya mimbar itu saja yang merupakan peninggalan dari masjid pertama. Tidak ada yang lain.

"Pas masjid pertama kebakaran, mimbar ini yang selamat," ujarnya.

Masjid pertama tersebut terbuat dari kayu dan beratap ijuk. Pada 1888, masjid tersebut kebakaran.

Halaman
123
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved