Siswa Tangerang Ini Jadi Buruan Netizen Sedunia, Kepalanya Dihargai 1.300 Dolar AS, Ini Kronologinya

Bahkan, kepala siswa Tangerang ini dihargai 300 dollar Amerika. Uang ini ditawarkan bagi siapapun berhasil menangkap siswa itu

Siswa Tangerang Ini Jadi Buruan Netizen Sedunia, Kepalanya Dihargai 1.300 Dolar AS, Ini Kronologinya
Facebook Teman-teman Bulu Burung
Pengakuan siswa Tangerang yang menjadi 'buronan' dunia karena melakukan report terhadap grup Facebook internasional 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang siswa Tangerang jadi buronan dunia jadi viral ndi media sosial atau medsos.

Bahkan, kepala siswa Tangerang ini dihargai 300 dollar Amerika.

Uang ini ditawarkan bagi siapapun berhasil menangkap siswa itu.

Kasus ini sampai-sampai menjadi perbincangan beberapa media Internasional karena disebut menimbulkan dampak yang luar biasa.

Dilansir dari GridPop.Id, seorang netizen Australia bahkan bersedia memberikan imbalan 300 dollar Amerika bagi siapapun yang berhasil menangkap siswa tersebut.

Dikutip dari Medium.com, kasus ini terjadi gara-gara sang siswa yang mengaku sebagai anggota dari Indonesian Reporting Commision (IReC) melaporkan grup Facebook Crossovers Nobody Asked For (CNAF), Non Sense Memes dan beberapa grup lainnya.

Baca: Hasil Liga Italia, Juventus Vs Atalanta Seri 1-1, Inter Milan Kalah Telak 1-4 dari Napoli

Baca: Buntut Bentrok Suporter Kedua Tim, Komdis PSSI Berikan Hukuman untuk PSS Sleman dan Arema FC

Baca: WhatsApp Anda Diblokir? Tenang Ini Dia Caranya Agar Tetap Bisa Berkirim Pesan Kepada Si Pemblokirnya

Akibat laporan IReC, grup meme facebook CNAF akhirnya dihapus paksa oleh pihak Facebook pada tangga 13 Mei 2019.

CNAF sendiri merupakan salah satu grup meme Facebook terbesar yang berisi lebih dari 500.000 member aktif.

Terjemahan: Seseorang tolong beritahu aku apa yang sedang terjadi di grup-grup ini (banyak grup mulai mengubah status mereka) (Tangkap layar Facebook/Kat Carison)
Terjemahan: Seseorang tolong beritahu aku apa yang sedang terjadi di grup-grup ini (banyak grup mulai mengubah status mereka) (Tangkap layar Facebook/Kat Carison) ()

Dikutip dari Papermag.com, beberapa grup yang serupa dengan CNAF juga dikabarkan ikut dihapus paksa oleh Facebook.

Hal ini sontak memberikan kemarahan bagi para member dan beberapa netizen yang senang dengan konten di grup meme tersebut.

Dikutip dari situs Know Your Meme, para netizen yang marah diketahui berhasil menemukan dalang dibalik penghapusan grup tersebut.

Tak hanya nama, salah satu netizen dari Indonesia bahkan sampai berhasil membongkar keseluruhan identitas sang pelapor.

Admin IReC tersebut diketahui berasal dari Tangerang berinisial MS dan masih berusia 18 tahun.

Dipantau Grid.ID dari beberapa grup Facebook, data pribadi MS kemudian disebar-luaskan habis-habisan dan dirinya dibully secara virtual hanya gara-gara perbuatannya melaporkan sebuah grup meme.

Alasan para netizen ini marah ternyata tidak sembarangan.

Gara-gara aksi nekat MS, grup meme kecil serupa ramai-ramai memutuskan untuk mengubah setingnya ke privasi atau rahasia dan mengeluarkan beberapa profil yang ketahuan berasal dari Indonesia.

Tak hanya grup konten meme, di beberapa grup lain dengan konten pendidikan maupun grup untuk para pekerja lepas juga melakukan hal yang sama.

Beberapa netizen Indonesia mengaku kalau dirinya sampai kehilangan pekerjaan mereka sebagai pekerja lepas gara-gara dikeluarkan dari grup-grup tersebut.

MS pun menjadi rawan terkena persekusi karena data pribadi termasuk nama keluarga, data kependudukan, alamat rumah, hingga tempat dia bersekolah sudah tersebar luas.

Semenjak kasus ini menjadi viral dan memicu kemarahan, sebuah page yang berjudul Teman-Teman Bulu Burung (TTBB) mengaku berusaha menemui MS dan mengamankannya dari persekusi nyata.

TTBB mengaku sudah menemui MS dan keluarga mengenai hiruk pikuk yang terjadi dan berusaha menjadi penengah terkait kasus ini.

Hal ini dilakukan karena kabarnya MS benar-benar sudah menjadi buronan dan disebut ada netizen dari Mexico yang siap menambah imbalan 1000 dollar Amerika bagi siapapun yang bisa menemukan MS.

Artinya, total imbalan menjadi 1.300 dolar AS. 

Hingga saat ini belum diketahui persis terkait kebenaran imbalan buronan tersebut.

Dikutip dari unggahan Facebook TTBB, MS telah mengakui kalau kejadian ini merupakan hasil dari aksinya menghapus grup meme tersebut.

Bahkan MS sudah membuat surat permohonan maaf yang dibubuhi dengan materai bertanda tangan hasil dari negosiasinya dengan pihak TTBB.

Berdasarkan beberapa anggota yang menemui MS secara langsung, siswa berusia 18 tahun tersebut mengaku dirinya melaporkan beberapa grup meme facebook raksasa karena dianggap mengandung postingan SARA.

Meski dengan alasan seperti itu, para netizen sepertinya masih marah dengan aksi MS.

Surat permohonan maaf dari MS, terkait apa yang dia lakukan
Surat permohonan maaf dari MS, terkait apa yang dia lakukan ()

Hal ini dikarenakan dampak yang terjadi bagi beberapa netizen Indonesia yang mulai dianggap sebagai warganet 'toxic'.

Sementara itu menanggapi hal ini, beberapa netizen justru membuktikkan kalau sistem yang dimiliki Facebook maupun sosial media lainnya masih belum layak dan terkesan sepihak.

Pasalnya, pelaporan sepihak tersebut tidak ditanggapi pihak Facebook secara menyeluruh.

Dikutip dari The Verge, kejadian ini sama seperti saat tragedi penembakan Christchurch.

Saat itu bahkan karya maupun postingan yang mengilustrasikan rasa duka juga dihapus oleh pihak Facebook secara sepihak.

Itu sebabnya beberapa grup Facebook terkena imbas dari aksi MS dan berusaha untuk menutup grup secepat mungkin sebelum terkena dampak hapus paksa.

Hingga berita ini dibuat, masih banyak rumor atau kabar burung yang beredar dari beberapa oknum yang memanfaatkan kasus ini.

Meski beberapa grup sudah kembali, pihak TTBB berjanji tetap akan mengunggah video klarifikasi dari MS di halaman Facebooknya guna menyelesaikan dan menghentikan kegaduhan ini. (*)

 Artikel ini telah tayang di GridPop.Id berjudul "Jadi Buron Paling Dicari di Dunia, Siswa di Tangerang Ini Kepalanya Dihargai Puluhan Juta Rupiah Gara-gara Laporan Facebook, Ini Sosoknya"

Editor: Sesri
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved