Bengkalis

Kejari Bengkalis Sita Rumah Mewah di Pekanbaru Milik Tersangka Kasus Korupsi Pengelolaan Kapal

Kejari Bengkalis menyita sebuah rumah mewah yang terletak di kompleks villa yang berada Jalan Lobak, Pekanbaru, Senin

Kejari Bengkalis Sita Rumah Mewah di Pekanbaru Milik Tersangka Kasus Korupsi Pengelolaan Kapal
Istimewa
Rumah Mewah disita Kejari Bengkalis diduga hasil Korupsi Pengelolaan KMP Tasik Gemilang, Senin (20/5/2019) kemarin. 

Kejari Bengkalis Sita Rumah Mewah di Pekanbaru Milik Tersangka Kasus Korupsi Pengelolaan KMP Tasik Gemilang

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menyita sebuah rumah mewah yang terletak di kompleks villa yang berada Jalan Lobak, Pekanbaru, Senin (20/5/2019) kemarin.

Penyitaan rumah mewah tersebut terkait kasus korupsi penyelewengan pengelolaan operasional Aset Dinas Perhubungan Bengkalis Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang dari tahun 2012-2015.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkalis Agung Irawan membenarkan penyitaan rumah mewah di Pekanbaru tersebut terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan aset daerah KMP Tasik Gemilang yang saat ini ditanganinya.

Baca: Pelajar MAN 1 Teluk Kuantan Riau Mogok Belajar, Gejolak Soal Pergantian Kepsek

Baca: KPU Percepat Satu Hari Pengumuman Hasil Pilpres 2019, Prabowo Sebut Waktunya Janggal

Menurut dia, rumah tersebut merupakan milik tersangka YA alias Edi pihak swasta yang mengelola KMP Tasik Gemilang.

"Rumah milik tersangka yang swasta, yakni YA," ungkap Agung Irawan, Selasa (21/5).

Diketahui, YA merupakan Kepala Cabang Bengkalis PT. Gemalindo Shipping Batam. Satu diantara dua tersangka dalam kasus penyelewengan dana operasional Kapal Roro KMP Gemilang yang merupakan aset Dinas Perhubungan Bengkalis.

Saat ini YA mendekam di balik jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pekanbaru awal pekan lalu setelah menghadiri panggilan kedua Kejaksaan Negeri Bengkalis dengan status tersangka.

Selain YA Kejari Bengkalis juga telah menahan tersangka lainya yakni Mantan Kepala Dishub Bengkalis Jafaar Arief.

Baca: Prediksi Nama-nama 35 Caleg yang Melenggang ke DPRD Pelalawan Riau, Pleno KPU Penetapan Kursi 26 Mei

Baca: PDI-P Juara, Gerindra Urutan ke Dua, Inilah 9 Parpol yang Lolos ke Senayan Sesuai Rekapitulasi KPU

Agung mengatakan, penyitaan dilakan oleh Tim Jaksa Penyidik. Penyitaan setelah surat penetapan diterima dari Pengadilan Tipikor Pekanbaru atas permintaan Kejari Bengkalis.

Menurut Agung, penyitaan merupakan petunjuk dari hasil penyidikan.

"(Rumah) diduga diperoleh atau berhubungan dari tindak pidana korupsi," katanya.

Nasib rumah itu nanti, Agung menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan. Ia tidak menampik, kemungkinan rumah tersebut akan disita untuk diserahkan kepada negara guna pengembalian kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved