Berita Riau

Sawit di Cagar Biosfer yang Dikuasai Oknum Pecatan TNI Akhirnya Dimusnahkan

Kebun sawit ilegal milik pelaku perambahan kawasan hutan di zona inti cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis dimusnahkan.

Sawit di Cagar Biosfer yang Dikuasai Oknum Pecatan TNI Akhirnya Dimusnahkan
Foto/Istimewa
ILEGAL - Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau memusnahkan sawit di kebun ilegal di kawasan hutan di zona inti cagar Biosfer Giam Siak Kecil beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebun sawit ilegal milik pelaku perambahan kawasan hutan di zona inti cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis dimusnahkan.

Pelakunya, merupakan seorang pecatan anggota TNI bernama Sudigdo.

Dia ditangkap oleh tim gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), polisi dan TNI pada Desember 2018 lalu. Saat ini perkaranya sedang bergulir di persidangan.

Tanaman sawit milik pelaku ini, dimusnahkan oleh tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, dalam giat patroli pengamanan kawasan Suaka Margasatwa (SM), Giam Siak Kecil.

Tepatnya di Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Baca: Jelang Lebaran, Kapolda Temukan Masih Ada Jalan Rusak di Jalur Mudik Lintas Barat

Baca: Restoran Sushi Tei Resmi Kantongi Sertifikat Halal

Giat patroli dilaksanakan pada 15 Mei hingga 18 Mei 2019, dengan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Heru Sutmantoro.

“Kegiatan patroli diarahkan pada upaya pemusnahan tanaman sawit pada lahan perambahan di areal yang dikuasai oleh terdakwa Sudigdo. Pada saat itu, telah dilakukan penanaman sawit di areal perambahan,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono.

Lanjut dia, dalam kegiatan patroli ini, petugas berhasil memusnahkan tanaman sawit sebanyak kurang lebih 500 batang dengan umur tanaman antara 5 bulan sampai 2 tahun pada lahan seluas 6 hektar.

Adapun rinciannya terdiri dari bibit siap tanam 150 batang, tanaman berumur 6 bulan 200 batang dan tanaman sawit kurang dari 2 tahun di lahan seluas 2 hektar di sekitarnya sebanyak 150 batang.

Sedangkan lahan yang dikuasai Sudigno yang telah ditanami seluas 40 hektar, yang masuk dalam kawasan SM GSK seluas 4 hektar.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga keutuhan SM Giam Siak Kecil yang juga merupakan kawasan areal inti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu, dari aktivitas perambahan dan gangguan hutan lainnya,” tegas Suharyono. (Tribunpekanbaru/com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved