Indragiri Hulu

Temukan Kerupuk Mengandung Boraks, BPOM Inhil Uji Bahan Makananan di Pasar Belilas

BPOM Indragiri Hilir melakukan kunjungan dan pengujian bahan makanan di Pasar Soegih Belilas, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu, Rabu (22/5/2019).

Temukan Kerupuk Mengandung Boraks, BPOM Inhil Uji Bahan Makananan di Pasar Belilas
tribunpekanbaru.com/byton
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Inhu, Ari Prasetyo Sunarto menunjukan sejumlah sampel bahan makanan yang akan diuji, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUN INHU.COM, RENGAT- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan dan pengujian bahan makanan di Pasar Soegih Belilas, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (22/5/2019).

Saat kunjungan dan pelaksanaan tes, Tim BPOM didampingi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Inhu.

Dalam kunjungannya, BPOM melakukan pengujian terhadap sejumlah bahan pangan yang dicurigai mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Kepala Kantor BPOM Kabupaten Inhil, Ayi Mahpud Sidik menerangkan, kegiatan ini merupakan pengawasan intensifikasi pangan selama Bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H.

"Kami ada dua tim, satu tim ke Pasar Belilas satu tim lagi ke Pasar Air Molek," kata Sidik, Rabu (22/5/2019).

Sidik menerangkan, pada kegiatan ini mereka terfokus pada tiga hal, yakni pemeriksaan bahan baku takjil, pengawasan terhadap sarana distribusi, toko pangan, mini market, supermarket, dan ketiga adalah melakukan pengawasan terhadap takjil.

"Kami membawa alat tes cepat untuk melakukan pengujian terhadap bahan pangan," ujarnya.

Sidik menuturkan, terdapat empat parameter tes yang dilaksanakan, yakni rodamin B, methanil yellow, borax, dan formalin. Keempat zat tersebut sering terkandung dalam bahan pangan dan membahayakan bagi manusia.

"Kami ingin melakukan pengawasan agar msyarakat terjamin untuk mengkonsumsi makanan yang aman bagi kesehatan," ujarnya.

BPOM melakukan pengujian terhadap 16 sampel bahan makanan. Hasilnya ditemukan kerupuk mengandung boraks. Sampel bahan makanan tersebut, terdiri dari kerupuk, mie kuning, dan cincau.

"Ada 16 sampel makanan yang kita uji. Hasilnya ada satu bahan makanan yang mengandung boraks, yaitu kerupuk," kata Kepala Kantor BPOM Kabupaten Inhil, Ayi Mahpud Sidik.

Sementara 15 bahan makanan lainnya dinyatakan negatif mengandung zat berbahaya.
Sidik mengatakan, selain melakukan pengujian terhadap bahan makanan, BPOM juga melakukan pengujian terhadap makanan takjil.

Bukan hanya di Pasar Soegih Belilas, BPOM juga mengunjungi Pasar Aur Gading, Kecamatan Pasir Penyu. (Tribunpekanbaru.com/bynton simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved