Breaking News:

Data 8 Korban Meninggal Akibat Rusuh 22 Mei, Gubernur Anies Baswedan Sebut Didominasi Anak Muda

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut kerusuhan 21-22 Mei, yang menolak hasil Pilpres 2019, menelan korban delapan orang meninggal dunia.

WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di RS Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kerusuhan  21-22 Mei, yang menolak hasil Pilpres di Pemilu 2019 kemarin menelan korban delapan orang meninggal dunia.

Hal itu diinformasikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Korban yang meninggal jumlahnya yang terbaru adalah delapan orang," ujar Anies Baswedan di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019). 

Baca: Nama-nama Korban Kerusuhan Aksi 22 Mei, 3 Meninggal dan 165 Dirawat di RSUD Tarakan Jakarta Pusat

Ia mengungkapkan, sebanyak 730 orang harus mendapatkan penanganan kesehatan di berbagai rumah sakit yang tersebar di Ibu Kota. 

"Jenis diagnosis terbanyak yang non trauma 93 orang, luka berat 79 orang, luka ringan 462 orang, ada yang belum ada keterangan 96 orang," kata Anies.

Bahkan, dari keseluruhan korban, sebanyak 179 korban usianya masih di bawah 19 tahun.

Anies pun menyayangkan, anak-anak muda terprovokasi, sehingga ikut menjadi korban kerusuhan tersebut.

"Jadi, jumlah anak-anak muda cukup banyak di sini," kata kata Anies Baswedan.

Baca: Download Lagu Sabyan Gambus (MP3) Full Album, Video Lagu-lagu Religi Nissa Sabyan Populer

Berikut identitas korban meninggal aksi 21-22 Mei 2019 yang dimiliki Pemprov DKI : 

1. Farhan Syafero (31), asal Depok, Jawa Barat. Meninggal di RS Budi Kemuliaan, Rabu (22/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Ariestia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved