Siak

Jaksa Syafril Minta Majelis Hakim Adil, Sidang Kedelapan Perkara Dugaan Pemalsuan SK Menhut

JPU kembali terlibat perdebatan panas dengan Penasihat Hukum terdakwa Suratno Konadi dan Teten Effendi, di sidang perkara dugaan pemalsuan SK Menhut

Jaksa Syafril Minta Majelis Hakim Adil, Sidang Kedelapan Perkara Dugaan Pemalsuan SK Menhut
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Dr Mudzakir memberikan keterangan sebagai ahli di persidangan perkara dugaan pemalsuan SK Menhut nomor 17/Kpts.II1998, Kamis (23/5/2019). 

TRIBUNSIAK.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali terlibat perdebatan panas dengan Penasihat Hukum (PH) terdakwa Suratno Konadi dan Teten Effendi, dalam sidang perkara dugaan pemalsuan SK Menhut, Kamis (23/5/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Siak.

Sidang ke-8 itu dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan pihak terdakwa.

Saksi ahli yang dihadirkan adalah ahli hukum pidana Dr Muzakkir, dosen Fakultas Hukum UII Yogyakarta dan ahli hukum Administrasi Negara Fery Amsari, dosen Fakultas Hukum Unand Padang.

Sidang dibuka oleh majelis hakim Roza El Afrina didampingi hakim anggota Fajar Riscawati dan Selo Tantular. JPU dipimpin Syafril dan PH terdakwa dipimpin Yusril Sabri cs.

Selama sidang berlangsung kerap terjadi perdebatan panas antara JPU dan PH terdakwa. Puncaknya kala PH terdakwa terdengar menertawakan anggota JPU yang sedang bertanya kepada ahli Fery Amsari.

Tertawa yang terkesan mengejek pertanyaan JPU itu langsung diprotes oleh Ketua Tim JPU Syafril.

Ia mengatakan, keberatan hakim tidak bertindak tegas kepada PH tersebut.

Ia mengingatkan agar masing-masing pihak saling menghormati persidangan tersebut.

Karena protes Syafril dengan suara lantang sehingga ditegur oleh hakim dengan mengetukkan palu beberapa kali.

"Saya minta majelis hakim tolong adil dalam persidangan ini. Kok kerasnya ke saya saja, harusnya mereka ditegur juga, tegas juga sama mereka," kata Syafril.

Di luar persidangan Syafril meluruskan persoalan itu. Ia menyebut hakim lebih sering tegas kepada pihaknya dan penonton, sedangkan ke PH terdakwa tidak terlihat ada teguran.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved