Misteri Penembakan yang Menewaskan 6 Peserta Aksi 22 Mei, Polisi Akan Bongkar Pelaku Sebenarnya

Polisi yakinkan publik bahwa selama pengamanan aksi 22 Mei, tidak ada aparat kepolisian dibekali peluru tajam dan senjata api.

Misteri Penembakan yang Menewaskan 6 Peserta Aksi 22 Mei, Polisi Akan Bongkar Pelaku Sebenarnya
Alex Suban/Henry Lopulalan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membeberkan barang bukti dan tetapkan 257 tersangka ricuh kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019). Polisi menyita sejumlah barang bukti dari massa rusuh pada Rabu (22/5) dini hari di tiga lokasi diantaranya amplop putih bernama berisi Rp 200-500 ribu dan anak panah. Warta Kota/Henry Lopulalan 

Misteri Penembakan yang Menewaskan 6 Peserta Aksi 22 Mei, Polisi Akan Bongkar Pelaku Sebenarnya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Polisi yakinkan publik bahwa selama pengamanan aksi 22 Mei, tidak ada aparat kepolisian dibekali peluru tajam dan senjata api.

Pernyataan itu terkait informasi ada enam korban tewas juga disebut pelakunya bukan dari aparat kepolisian.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Jadi siapa pelaku penembakan aksi 22 Mei atau pelaku penembakan pengunjuk rasa?

Menurut Dedi Prasetyo, polisi masih mengecek terkait informasi enam korban tewas yang disebutkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Petugas kepolisian terus mengingatkan para peserta aksi massa 22 Mei agar meninggalkan kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5/2019) malam.
Petugas kepolisian terus mengingatkan para peserta aksi massa 22 Mei agar meninggalkan kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5/2019) malam. (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Baca: Subuh Ini Bentrok Massa Aksi dengan Polisi Masih Terjadi, Massa Aksi: Pak Sahur Dulu Pak

Baca: Massa Aksi 22 Mei Dapat Amplop Bayaran, Fadli Zon: Itu Hoaks, Saya Yakin Tidak Ada

Baca: Populer di Dunia Hiburan, 4 Penyanyi Dangdut Ini Gagal Lolos ke DPR RI

"Masih dicek seputar itu. Termasuk penyebab tewas dan identitasnya," kata Dedi saat dikonfirmasi Warta Kota, Rabu (22/5/2019).

Menurut Dedi, aparat kepolisian tidak dibekali peluru tajam dan senjata api saat mengamankan unjuk rasa yang berujung rusuh dalam aksi 22 Mei.

"Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api," katanya lagi.

"Kita sudah sampaikan jauh-jauh hari bahwa akan ada pihak ke tiga yang akan memanfaatkan situasi unras (unjuk rasa--Red) tersebut. Oleh karenanya masyarakat tidak perlu terprovokasi," kata Dedi.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved