Pembatasan Penggunaan Medsos, Roy Suryo Nilai Pemerintah Lebay, 150 Juta Pengguna jadi Korban

Pembatasan Penggunaan Medsos, Roy Suryo Nilai Pemerintah Lebay, 150 Juta Pengguna jadi Korban

Pembatasan Penggunaan Medsos, Roy Suryo Nilai Pemerintah Lebay, 150 Juta Pengguna jadi Korban
Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid
Pembatasan Penggunaan Medsos, Roy Suryo Nilai Pemerintah Lebay, 150 Juta Pengguna jadi Korban 

Pembatasan Penggunaan Medsos, Roy Suryo Nilai Pemerintah Lebay, 150 Juta Pengguna jadi Korban

TRIBUNPEKANBARU.COM- Politisi Demokrat Roy Suryo mengkritisi kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial pada masyarakat.

Roy Suryo menilai pemerintah terlalu lebay terkait pembatasan tersebut.

Sebab menurut Roy Suryo justru masyarakat yang menjadi korban dan dirugikan 

Setelah kerusuhan yang dilakukan kelompok massa tak dikenal di Jakarta pada Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu malam, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeluarkan kebijakan pembatasan sebagian fitur media sosial dan pesan instan di masyarakat.

Kebijakan ini diterapkan sejak Rabu (22/5/2019) sore dengan alasan untuk membatasi penyebaran informasi hoaks yang berkaitan dengan aksi demonstrasi.

Baca: Facebook, IG dan Whatsapp Down di Wilayah-wilayah Ini, Menkominfo Batasi Medsos

Baca: Pemerintah Batasi Medsos dan WhatsApp, Menkominfo: Download Video dan Foto Akan Lambat

Baca: Video Detik-detik Emak-emak Hadang Rombongan Jokowi dengan Tidur di Tengah Jalan, Viral di Medsos

Menanggapi hal ini, anggota DPR-RI dari Komisi I, Roy Suryo, menyebut pemerintah berlebihan dengan membatasi fitur layanan di media sosial dan aplikasi perpesanan instan.

“Keputusan ini lebay, karena justru masyarakat yang menjadi korbannya.

Apalagi para provokator tersebut pasti sudah punya cara-cara menyiasati medsos (pakai Telegram, dan sebagainya)," ujar Roy kepada Kompas.com, Rabu (22/5/2019) malam.

Beberapa alasan diungkapkan Roy Suryo atas pendapatnya ini.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved