Rp886 Juta Dana Zakat Terkumpul Dalam Tiga Jam di Kabupaten Siak

Bertepatan dengan Safari Ramadan Gubri ke Siak, dilakukan pengumpulan zakat di Masjid Sulatan Syarief Hasyim.

Rp886 Juta Dana Zakat Terkumpul Dalam Tiga Jam di Kabupaten Siak
tribun pekanbaru
Bupati Siak, Alfedri, menjadi amil zakat dengan muzaki Gubri Syamsuar, pada kegiatan Gemar Berzakat, Rabu (22/5) lalu di Masjid SSH Siak. 

tribunpekanbaru.com - Gerakan Masyarakat (Gemar) Berzakat ke-6 di masjid Sultan Syarif Hasyim (SSH) Siak Sri Indrapura, berhasil memecahkan rekor. Dalam waktu tiga jam saja, dana zakat yang terkumpul mencapai Rp886 juta lebih.

"Alhamdulillah, ini angka yang sangat fantastis dalam kurun waktu yang amat singkat. Ghirah berzakat seperti ini membuat kita semakin semangat," kata Ketua BAZNas Siak, Abdul Rasyid Suharto, Kamis (23/5).

Kegiatan Gemar Berzakat di masjid SSH kompleks Islamic Center, dilaksanakan bersempena Safari Ramadan Gubernur Riau, H Syamsuar dan rombongan, Rabu (22/5) lalu.

Dana zakat tersebut terkumpul bersumber dari para wajib zakat (muzaki) yang mayoritas ASN serta sejumlah perwakilan perusahaan di Kabupaten Siak. Mereka menyerahkan langsung zakatnya secara global pada kegiatan Gemar berzakat tersebut.

Menurut Rasyid, meningkatnya dana zakat dari tahun ke tahun menandakan kesadaran masyarakat berzakat semakin membaik. Pada 2012 lalu, muzaki didominasi kalangan ASN sebanyak 80 persen. Namun pada 2018, jumlah muzaki dari masyarakat umum juga meningkat. Perbandingannya yakni 45 persen umum, 55 persen ASN.

Dana zakat akan didistribusikan kepada yang berhak menerima di Kabupaten Siak. Pendistribusian juga dilaksanakan melalui program yang dibuat BAZNas Siak, yakni program Siak Cerdas, Siak Peduli, Siak Sehat, Siak Terang, dan Siak Sejahtera.

Program Siak Sejahtera berbentuk bantuan bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan perdagangan. Program ini diminati lebih 50 persen dari dana pengumpulan zakat yang terserap.

Saat ini BAZNas Siak sedang melakukan terobosan baru untuk mempercepat transformasi mustahik (penerima) menjadi pemberi (muzaki). BAZNas Siak melakukan kerjasama dengan manajemen PT Asrindo Citrasubur Makmur yang berada di Kandis.

Pabrik ini melayani kebutuhan tapioka PT RAPP dengan kebutuhan 240.000 ton per tahun. selama ini diimpor dari Thailand. Pabrik Ini butuh pasokan ubi kayu 6.500-7000 ton per hari dengan kebutuhan 240.000 ribu ton per bulan. BAZNas akan membentuk kelompok-kelompok tani dan mencarikan lokasi bercocok tanam ubi, dengan pemanfaatan lahan tidur.

Untuk percontohan, BAZNas Siak meminjam lahan Pemda Siak untuk ditanami ubi kayu. BAZNas Siak juga melakukan MoU pendayagunaan zakat bidang pertanian ubi kayu dengan PT Asrindo Citrasubur Makmur. Sementara untuk mewujudkan program Siak Terang, BAZNas melakukan MoU dengan pihak PLN.

BAZNas Siak juga meneken MoU dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Siak tentang Market Mart, dengan Dinas Pertanian tentang penyuluhan bantuan alat pertanian, MoU dengan STAI SUSHA tentang program praktik kerja lapangan dan relawan zakat.

Penandatangan itu disaksikan Bupati Siak dan Gubernur Riau di Masjid Islamic Center. (myo)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved