Berita Riau

BBKSDA Imbau Warga Tak Bunuh Harimau Sumatera

Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau imbau warga tak bunuh harimau pascameninggalnya seorang warga di Inhil akibat diterkam.

BBKSDA Imbau Warga Tak Bunuh Harimau Sumatera
Istimewa/Polres Inhil
Proses evakuasi mayat Amri, korban yang diduga menjadi sasaran serangan harimau sumatera di area perkebunan akasia Kanal Sekunder 41 PT. RIA, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil, Kamis (23/5). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah menurunkan tim untuk melakukan koordinasi dengan kepolisian pascaperistiwa diterkamnya seorang warga bernama M. Amri (32) oleh harimau di Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Tim ini akan segera melakukan sejumlah langkah lebih lanjut.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bergerak cepat membantu proses evakuasi korban.

"Kami juga menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas terjadinya peristiwa ini," katanya, Jumat (24/5/2019).

Baca: THR ASN Pemprov Riau Mulai Disalurkan, 9 OPD Sudah Terima

Baca: Aplikasi Pengaduan e-Lapor Segera Diluncurkan Pemprov Riau

"Kami mengimbau kepada para pekerja PT. RIA serta masyarakat sekitar lokasi agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar TKP. Tidak melakukan tindakan yang dapat melukai dan atau membunuh satwa Harimau Sumatera karena satwa tersebut langka dan dilindungi oleh negara," sambung dia.

Lanjut Suharyono, kepada masyarakat yang akan melakukan pengaduan terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dapat melapor kepada call center BBKSDA Riau dengan Nomor 081374742981.

Untuk diketahui, BBKSDA Riau pada Kamis (23/5/2019), sekira pukul 13.00 WIB mendapat informasi dari Sabaruddin, Kapolsek Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir.

Baca: IPW Bocorkan 6 Dalang Kerusuhan 22 Mei, Ada 2 Purnawirawan Perwira Tinggi, Ada Anak Kiyai Ternama

Tentang adanya warga bernama M Amri (32), asal Dusun Perasak, Desa Gapura Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang diduga meninggal akibat diserang oleh Harimau Sumatera di Kanal Sekunder 41 PT RIA, Desa Tanjung Simpang.

Kejadian bermula ketika sekira pukul 06.30 WIB, korban bersama dengan 8 orang rekannya berangkat kerja untuk melakukan kegiatan memanen tanaman Akasia di Kanal Sekunder 41 PT. RIA Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.

Sekira pukul 10.30 WIB, rekan-rekan korban kembali ke camp untuk istirahat.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved