Kepulauan Meranti

Berawal dari Tradisi Warga Desa Bokor, Lomba Lari di Atas Tual Sagu Kini Makin Terkenal di Indonesia

Untuk menghitung jumlah tual sagu yang sudah diikat dan direndam di dalam sungai ataupun di laut dilakukan dengan berjalan di atasnya.

Berawal dari Tradisi Warga Desa Bokor, Lomba Lari di Atas Tual Sagu Kini Makin Terkenal di Indonesia
Istimewa
Lari di atas Tual Sagu dari Desa Bokor, Kepulauan Meranti masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 untuk kategori Olah Raga dan Petualangan terpopuler di Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata RI. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Lari di atas Tual Sagu dari Desa Bokor, Kepulauan Meranti masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 untuk kategori Olah Raga dan Petualangan terpopuler di Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata RI.

Lari Diatas Tual Sagu ini masuk sebagai nominasi bersama beberapa wisata lainnya di Riau di antaranya Kue Talam Durian Pekanbaru kategori Makanan Tradisional Terpopuler, Suaka Marga Satwa Kerumutan Pelalawan kategori Ekowisata Terpopuler, Suligi Hill Rokan Hulu kategori Dataran Tinggi Terpopuler, Sampan Leper Indragiri Hilir kategori Atraksi Budaya Terpopuler, Tepian Bandar Sungai Jantan Siak kategori Destinasi Baru Terpopuler dan Gulamo Kampar kategori Surga Tersembunyi Terpopuler.

Lomba Lari di atas Tual Sagu ini berasal dari Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Sebelumnya iven ini juga masuk daftar jadi warisan budaya tak benda (WBTB) nasional Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018.

Baca: Kecamatan Rangsang Miliki SDA & SDM yang Baik, Wabup Meranti Ajak Warga Membangun Pedesaan

Karya budaya ini masuk daftar penetapan WBTB bersama karya budaya lainnya dari empat provinsi dibawah wilayah kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau dengan nomor registrasi 2016006981 pada Direktorat warisan dan diplomasi budaya kementrian pendidikan dan kebudayaan.

Lari Di Atas Tual Sagu pertama kali dipopulerkan oleh Sanggar Bathin Galang. 

Lomba Lari di atas Tual Sagu yang kemudian ini dijadikan sebagai iven budaya tiap tahunnya ini tidak terlepas dari ide kreatif, ketua Sanggar Bathin Galang Desa Bokor, Sopandi Rozali.

Sopandi Rozali menceritakan Lari di atas Tual Sagu adalah sebuah proses sebelum tual sagu dijadikan tepung. Seperti diketahui Kepulauan Meranti yang dijuluki Kota Sagu ini, memiliki komoditi unggulan Sagu.

Setelah di panen, tual sagu yang sudah dipotong dikeluarkan dari kebun dengan cara digolek (diguling-gulingkan) sampai ke sungai. Di sungai tual sagu dirakit atau diikat dengan tali agar mudah membawanya.

Baca: Warga Yang Pindah Cukup Bermodal KTP, Pemkab Meranti Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tahun 2019

Setelah itu proses yang dilakukan adalah menarik tual sagu dari sungai ke darat dengan menggunakan kapal. 

Halaman
123
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved