Pemilu 2019

Pasca Dugaan Ijasah Palsu, Calon DPD RI Kembali Dilaporkan Dengan Dugaan Keterangan Palsu

Dalam form BB2 atau riwayat hidup yang menjadi syarat administrasi pencalegannya sebagai DPD RI, E diduga tidak memberikan keterangan yang jujur.

Pasca Dugaan Ijasah Palsu, Calon DPD RI Kembali Dilaporkan Dengan Dugaan Keterangan Palsu
Istimewa
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Pasca dinyatakan tak bersalah pada kasus dugaan ijasah palsu, calon DPD Riau berinisial E kembali dilaporkan ke Bawaslu Riau.

Kali ini, calon DPD RI yang memiliki suara terbanyak kedua ini dilaporkan ke Bawaslu Riau atas kasus dugaan keterangan palsu.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Bawaslu Riau, Gema Wahyu Adinata mengatakan, E dilaporkan oleh seorang warga yang menduga jika E memberikan keterangan palsu pada form BB2.

Dalam form BB2 atau riwayat hidup yang menjadi syarat administrasi pencalegannya sebagai DPD RI, E diduga tidak memberikan keterangan yang jujur.

"Kamis kemarin laporan atas kasus dugaan keterangan palsu tersebut diregistrasi. Proses hukumnya masih di tahap itu," ujar Gema, Sabtu (25/5/2019).

Baca: KASUS Ijazah Palsu Calon DPD RI Asal Riau Dihentikan, Jon Erizal Raih Suara DPR RI Tertinggi di Riau

Saat ini Bawaslu sedang mendalami dugaan pasal di Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 yang dilanggar oleh E.

Setelah itu kata Gema, Bawaslu akan melakukan klarifikasi terhadap pelapor dan saksi.

"Rencananya akan dilakukan pada Senin (27/5/2019) besok. Kedua pihak akan kita klarifikasi," ujarnya.

Sementara itu, pihak pelapor yang masih enggan dituliskan namanya menyebutkan, jika ia menemukan adanya kejanggalan pada riwayat hidup E.

Pada riwayat hidup, E mencantumkan sebagai pengurus BEM UIR tahun 2019 dan 2010.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved