Cuitan Hoaks Remaja Tewas Dipukuli Brimob, Pengakuan Andri Bibir Seret Koordinator Relawan Prabowo

Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber

Cuitan Hoaks Remaja Tewas Dipukuli Brimob, Pengakuan Andri Bibir Seret Koordinator Relawan Prabowo
kompas.com
Andri Bibir, pelaku kerusuhan 22 Mei, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (25/5/2019) 

Cuitan Hoaks Remaja Tewas Dipukuli Brimob, Pengakuan Andri Bibir Seret Koordinator Relawan Prabowo

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pegiat media sosial sekaligus Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Minggu (26/5/2019).

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul menuturkan pemilik akun Twitter dengan nama @AkunTofa tersebut saat ini masih diperiksa.

"Iya benar kita tangkap, dan surat (penangkapan) diberikan ke istri," ungkap Rickynaldo ketika dihubungi Kompas.com, Minggu.

Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber, politisi PAN itu diduga menuturkan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau menyebarkan hoaks melalui Twitter.

Menurut keterangan polisi, penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan cuitan Mustofa perihal kerusuhan di Ibu Kota pada 22 Mei 2019. "Iya (terkait cuitan soal kerusuhan 22 Mei di Jakarta)," ujarnya.

Baca: Usai Heboh Disuapi VJ Laissti, Kini Ariel Noah Tercyduk Buka Puasa Bareng Mantan Baim Wong

Baca: 2 Begal yang Diamankan Polisi Kerap Beraksi di Jalur Mudik, Satu Pelaku ternyata Masih Pelajar

Baca: Mengharukan, Pensiunan TNI Ini Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Makam Anak dan Istrinya

Dalam surat penangkapan, Mustofa dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, tanda pagar #TangkapMustofaNahra sempat menjadi topik populer di media sosial Twitter pada Sabtu (25/5).

Topik tentang Mustofa mengemuka lantaran para warganet menanggapi cuitan-cuitannya soal kericuhan 21 dan 22 Mei lalu, yang diunggah 24 Mei.

Salah satunya adalah cuitan soal kematian seorang anak bernama Harun yang di-retweet sebanyak 1.600 kali.

"Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat Syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA".

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved