Ramadan

Pakai Potong Tumpeng dan Makan Bersama, Tradisi Khatam Alquran Jemaah Musala Al Fatah Sialang Rampai

Setiap khatam Alquran, jemaah yang mayoritas warga Perumahan Pemko Bertuah sejahtera menggelar potong tumpeng dan makan bersama.

Pakai Potong Tumpeng dan Makan Bersama, Tradisi Khatam Alquran Jemaah Musala Al Fatah Sialang Rampai
Tribunpekanbaru.com/GuruhBW
Nasi tumpeng tersaji di saat acara Khatam Qur'an di Musholla Al Fatah, Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Ada tradisi turun - temurun yang rutin digelar masyarakat jemaah Musala Al Fatah RW 01 Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru.

Setiap khatam Alquran, jemaah yang mayoritas warga Perumahan Pemko Bertuah sejahtera menggelar potong tumpeng dan makan bersama. Kali ini, khatam Alquran dilakukan pada Sabtu (25/5/2019) malam atau malam ke-21 Ramadan 1440 H

Acara tersebut digelar bersamaan dengan acara peringatan Nuzulul Quran dan pemberian santunan kepada anak yatim. Pemenang lomba yang menjadi rutinitas setiap acara khatam Alquran juga diumumkan. Lomba yang digelar seperti praktik salat, baca ayat pendek, dan lomba mewarnai bagi anak usia dini.

"Tradisi potong tumpeng bersamaan dengan khatam Alquran ini sebagai upaya kami menjaga generasi untuk tetap cinta pada Alquran,"ujar Ketua Panitia Ramadan di Musala Al Fatah, Akmal, Minggu (26/5/2019).

Menurut Akmal, kemeriahan di Musala Al Fatah dalam menyambut Ramadan berbeda dengan tempat lain, karena sangat meriah dan banyak kegiatan yang digelar. Apalagi masyarakat setempat juga mendukung semua kegiatan di musala tersebut.

"Kami membuat lampu hias di musala, kami adakan lomba untuk anak-anak juga swadaya masyarakat, kami menggelar khatam Quran juga kesadaran masyarakat di sini," ujar Akmal.

Akmal menuturkan, pengurus musala dan masyarakat di perumahan ini hanya memiliki satu tujuan, yaitu menjadikan generasi muda di lingkungan sekitar menjadi generasi yang memegang teguh agama Islam. Dengan demikian, generasi muda bisa terlindung dari ancaman dari perilaku yang menyimpang.

"Karena ancamannya sangat memprihatinkan, apalagi sudah tahu dengan handphone, makanya benteng utamanya adalah agama,"ujar Akmal. (Tribunpekanbaru.com/guruh budi wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved