Tidur Sambil Meluk Anak-anak Ternyata Lelaki Ini Pedofilia, Belasan Korbannya Merupakan Murid SD

Tidur Sambil Meluk Anak-anak Ternyata Lelaki Ini Pedofilia, Belasan Korbannya Merupakan Murid SD

Tidur Sambil Meluk Anak-anak Ternyata Lelaki Ini Pedofilia, Belasan Korbannya Merupakan Murid SD
Internet
Tidur Sambil Meluk Anak-anak Ternyata Lelaki Ini Pedofilia, Belasan Korbannya Merupakan Murid SD 

Tidur Sambil Meluk Anak-anak Ternyata Lelaki Ini Pedofilia, Belasan Korbannya Merupakan Murid SD

TRIBUNPEKANBARU.COM- Berakhir sudah pelarian pelaku Pedofilia terhadap belasan anak SD di Sumatera Utara.

Pelaku yang berinial JM berhasil ditangkap dari persembunyiannya di luar wilayah Medan.

Kini pelaku dalam pemeriksaan intensif kepolisian terkait aksi bejat yang sudah dilakukannya

Setelah sempat menghilang, pelaku pedofilia yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap belasan pelajar SD di Medan Tuntungan akhirnya berhasil ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.

Baca: Dua Kali Tersandung Kasus Pelecehan, Marko Simic Mengaku Kapok

Baca: Tiga Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 274 Kali, Seorang Lagi 25 Kali karena Pelecehan Seksual

Baca: Disdik Pekanbaru akan Telusuri Dugaan Pelecehan Seksual di SMPN 39

Baca: Terkait Dugaan Pelecehan Seksual, Disdik Pekanbaru Kunjung Panggil Kepala SMPN 39 Pekanbaru

Kasubdit IV Ditreskrimum Kompol Reinhard Nainggoan melalui Kanit I Kompol Haryani yang dikonfirmasi menyampaikan, terduga pelaku berinisal JM (33) warga Jalan Bunga Turi II, Lingkungan IV, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, saat ini juga sudah ditahan.

"Pelaku sudah kami tangkap dari tempat persembunyian di luar Medan kemarin. Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka langsung kami tahan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (26/5/2019).

Mashudu (48) menyetubuhi putera sendiri, Zwanga (21) dengan harapan bisa menyembuhkan gangguan mental puteranya itu.
Mashudu (48) menyetubuhi putera sendiri, Zwanga (21) dengan harapan bisa menyembuhkan gangguan mental puteranya itu. (Internet)



Sebelumnya, JM sudah dua kali dipanggil penyidik, namun ia tidak memenuhinya, sehingga penyidik kemudian melayangkan surat panggilan ketiga berikut surat perintah membawa.

"Surat panggilan itu dilayangkan penyidik setelah melakukan gelar perkara dan melayangkan surat panggilan dua kali, namun yang bersangkutan tidak datang," jelasnya.

Namun, pelaku ternyata telah tidak lagi berada di kediamannya dan nomor ponselnya juga sudah tidak aktif.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved