Breaking News:

Berita Riau

66 Ekor GAJAH Sumatera Berkeliaran di Kawasan Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Pekerja Sering Lihat

Sebanyak 66 ekor gajah Sumatera berkeliaran di kawasan Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, dan pekerja sering melihat gajah liar itu di beberapa titik

Istimewa
66 Ekor GAJAH Sumatera Berkeliaran di Kawasan Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Pekerja Sering Lihat 

Sedangkan sekitar 42 ekor bergerak secara rutin dari kantong SM Balai Raja ke SM Giam Siak Kecil.

“Kalau prosesnya sendiri di lapangan belum terkonstruksi, masih finalisasi design,” katanya saat ditemui usai Rapat Pleno Pembahasan Persilangan Jalan Tol Pekanbaru - Dumai dengan Jalur Satwa Gajah di salah satu hotel di Pekanbaru pada Senin (27/5/2019).

Baca: FEATURE - Menikmati Air dan Udara Sejuk dan Pemandangan Tepi Sungai yang Hijau di Grand Canyon Riau

Baca: Gubernur Riau Perintahkan ASN KANDANGKAN Mobil Dinas Saat MUDIK LEBARAN, Surat Edaran Sudah Terbit

Baca: Puncak ARUS MUDIK di Terminal BRPS Pekanbaru Selama Lima Hari, Ini HUKUM PUASA Saat Perjalanan Jauh

Dinny melanjutkan, sesuai dengan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak, salah satunya BBKSDA Riau, jalur perlintasan gajah yang dibangun ini akan dibuat mirip dengan habitat alaminya.

“Kita buat sesuai dengan alaminya, tidak dibuat keras. Konturnya tetap alami. Dari BBKSDA menyarankan agar ada tanaman yang bisa ditanam di sekitar underpass (terowongan bawah tol) yang akan dibangun, agar gajah merasa tidak terganggu,” ucapnya.

Dia memaparkan, selama proses pembangunan tol, sejumlah pekerja di lapangan memang beberapa kali sempat melihat kehadiran gajah Sumatera liar secara langsung.

“Ada beberapa yang melihat. Pada Desember 2018 daerah STA 74. Bulan Maret 2019 STA 61. Beberapa tidak langsung melihat gajah, tapi jejak-jejak gajah yang mendekati titik-titik yang memang kita persiapkan untuk perlintasan tersebut,” ulasnya.

Ukuran terowongan gajah sendiri bervariasi.

Ada yang punya tinggi batas ruang (clearance) 4,5 meter hingga 11 meter dan lebar mulai dari 25 meter hingga 45 meter.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau Suharyono menuturkan, berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Kementrian PUPR, PT Hutama Karya selaku pelaksana pembangunan tol, sepakat untuk pembuatan jalur perlintasan gajah dititik-titik yang sudah ditentukan.

Baca: BOLEHKAH Tidak Berpuasa Apabila Perjalanan Jauh? Ini Penjelasan dan Dalil Berdasarkan Ayat Alquran

Baca: Kasus Penganiayaan PRESMA UIN Suska Riau Yudi Utama Tarigan Masih Dalam Penyelidikan Polisi

Baca: UMAT ISLAM di Pekanbaru Gelar SHOLAT GAIB untuk Almarhum Ustaz Arifin Ilham di Masjid Al Falah

“Titik-titik ini memang diadakan khusus untuk mengakomodir kepentingan jalur perlintasan gajah di wilayah itu. Kita harapkan adanya terowongan jalur gajah tadi, dibuat alami. Mereka tidak terganggu karena bagaimana pun kita harus tetap memperhatikan keberadaan satwa di sana,” tuturnya.

Halaman
123
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved