Jelajahi Kedalaman Laut 11 Kilometer, Peneliti Tidak hanya Temukan Spesies Baru tapi Juga Sampah

Jelajahi Kedalaman Laut 11 Kilometer, Peneliti Tidak hanya Temukan Spesies Baru tapi Juga Sampah

Jelajahi Kedalaman Laut 11 Kilometer, Peneliti Tidak hanya Temukan Spesies Baru tapi Juga Sampah
(Foto courtesy: Discovery Channel).
Penjelajah Dasar Laut, Victor Vescovo mengendarai kapal selam DSV Limiting Factor di Palung Mariana, Lautan Pasifik, 13 Mei 2019. 

Jelajahi Kedalaman Laut 11 Kilometer, Peneliti Tidak hanya Temukan Spesies Baru tapi Juga Sampah

TRIBUNPEKANBARU.COM- Pencemaran parah sampah manusia di lautan. Sampai di kedalaman 11 kilometer saja masih ditemukan sampah manusia.

Hal itu terungkap dari sebuah ekspedisi yang dilakukan oleh tim di Palung Mariana

Ya, Palung Mariana, yang dalamnya 11 kilometer merupakan tempat terdalam di bumi.

Pada kedalaman tersebut, seorang penjelajah laut menemukan spesies baru dan juga sampah plastik.

Bagi kapal selam yang memiliki sejumlah keterbatasan, untuk sampai di kedalaman itu saja merupakan suatu tantangan tersendiri.

"Pengalaman itu luar biasa, sebuah penyelaman yang menakjubkan - hampir selama 12 jam - tiga setengah jam turun, empat jam berada di bawah laut, waktu terlama bagi siapa pun yang pernah berada pada kedalaman Challenger Deep. Lalu kira-kira empat jam naik lagi ke permukaan laut. Hampir semua baterai listrik saya habis dan harus bertukar baterai sana-sini," ujar Victor Vescovo salah seorang penjelajah dari Five Deeps Expedition.

Ekspedisi tersebut adalah gagasan penjelajah Victor Vescovo, yang berusaha memetakan beberapa tempat terdalam di dunia. "Samudra menutupi 70 persen permukaan bumi.

Penjelajah Dasar Laut, Victor Vescovo mengendarai kapal selam DSV Limiting Factor di Palung Mariana, Lautan Pasifik, 13 Mei 2019.
Penjelajah Dasar Laut, Victor Vescovo mengendarai kapal selam DSV Limiting Factor di Palung Mariana, Lautan Pasifik, 13 Mei 2019. ((Foto courtesy: Discovery Channel).)

Lautan itu sangat dalam, dan tidak banyak yang kita ketahui bagaimana laut berinteraksi dengan atmosfer untuk pertukaran panas, bagaimana karbon diserap dari udara.

Semakin banyak kita tahu tentang lautan, semakin mudah memahami proses-proses kimia yang mengakibatkan perubahan global dalam bentuk apapun," papar Victor lebih jauh.

Apa yang dilihat Vescovo, bukanlah suatu pemandangan tandus, melainkan sesuatu hal yang baru, penuh dengan spesies ikan yang unik, dan bebatuan yang ditutupi sejumlah makhluk hidup yang belum pernah merasakan sinar matahari.

"Kami benar-benar melihat sekumpulan bakteri, menunjukkan adanya kehidupan di permukaan bebatuan dan energinya diperoleh bukan dari fotosintesis, sebagaimana semua energi yang diperoleh di permukaan bumi. Mereka mendapatkannya dari gas metan dan mineral di dalam bebatuan bawah laut itu sendiri. Namanya 'chemosynthesis', suatu bentuk kehidupan yang berbeda,” imbuh Penjelajah Five Deep Expedition itu.

Akan tetapi Victor juga menemukan plastik di kedalaman laut tersebut.

"Ketika menyelam berkeliling di dasar laut, saya benar melihat apa yang tampak sebagai satu atau dua partikel benda buatan manusia. Saya tidak yakin apakah itu plastik atau logam, tetapi ujung-ujungnya tampak tajam dan salah satunya memiliki huruf tercetak. Jadi yang jelas terjadi kontaminasi," jelasnya.

Jika dikonfirmasi, penyelaman Vescovo merupakan titik terdalam yang pernah dilakukan oleh kapal selam berawak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Kedalaman 11 Km, Penjelajah Dasar Laut Temukan Sampah Milik Manusia",

Jelajahi Kedalaman Laut 11 Kilometer, Peneliti Tidak hanya Temukan Spesies Baru tapi Juga Sampah

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved