Panahan Riau Targetkan Satu Medali Emas di Popnas Papua

Panahan Riau menyiapkan 14 atlet untuk mengikuti Popnas 2019 di Papua. Dari jumlah atlet itu, panahan menargetkan satu medali emas.

Panahan Riau Targetkan Satu Medali Emas di Popnas Papua
Tribunpekanbaru/rinosyahril
Panahan Riau menargetkan satu medali emas dan dua medali perak pada Popnas 2019 di Papua, Oktober mendatang. 

tribunpekanbaru.com - Sebanyak 14 atlet panahan pelajar Riau yang disiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 di Papua, sampai Senin (27/5) kemarin masih fokus menjalani latihan.

Pelatih panahan PPLP Riau, Muslim, kepada Tribun Senin (27/5) mengatakan, para atlet itu menjalani latihan setiap hari di venue panahan komplek Universitas Islam Riau (UIR), Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru.

"Untuk Bulan Puasa ini atlet latihannya hanya sore hari saja, tapi kalau hari biasa dua kali sehari, pagi dan sore," ujar Muslim.

Selama Bulan Puasa, latihan atlet hanya terfokus pada mempertahankan kondisi fisik dan teknik yang ada.

"Atlet akan menjalani latihan sampai 1 Juni nanti, dan selanjutnya libur Lebaran selama 6 hari. Itu sudah sesuai dengan instruksi dari Bapak Kadispora Riau," terang Muslim.

Ditambahkan, selama ini latihan atlet panahan PPLP agak terganggu karena anggaran PPLP tidak ada dalam APBD 2019. Kondisi ini membuat daya juang atlet sedikit terganggu.

Panahan sendiri saat ini sedang bersiap menghadapi Popnas 2019 di Papua. Ada 14 atlet yang disiapkan, terdiri dari 8 putra dan 6 putri. Salah satu persiapan adalah dengan mengikuti uji coba mengikuti kejuaraan di Batam dan Bukittinggi beberapa waktu lalu.

Pada Popnas nanti di Papua, Muslim bertekad akan mempertahankan prestasi atlet panahan Riau yang didapat pada Popnas 2017 lalu. "Saat itu kita berhasil bawa pulang 1 emas dan 2 perak. Jadi kita akan berusaha meraih 1 emas 2 perak, dan bila perlu lebih," ucap Muslim.

Untuk mencapai target itu, usai libur Lebaran nanti dirinya akan meningkatkan lagi porsi latihan atlet. Namun dia mengaku sedikit terkendala karena peralatan yang ada sudah kritis. "Kemudian vitamin atlet juga tidak ada," ungkapnya. (rsy)

Penulis: Rino Syahril
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved