Ramadan

Pembuatan Itak Butuh Waktu 12 Jam, Penganan Khas Idul Fitri yang Melambangkan Gotong Royong

Jelang Idul Fitri, di keheningan Subuh terdengar hiruk pikuk memarut kelapa dari beberapa rumah penduduk di kampung pelosok di Rokan Hulu (Rohul).

Pembuatan Itak Butuh Waktu 12 Jam, Penganan Khas Idul Fitri yang Melambangkan Gotong Royong
istimewa
Proses pembuatan itak secara bergotong royong di satu desa di Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rohul 

TRIBUNROHUL.COM , PASIRPANGARAIAN - Jelang Idul Fitri, di keheningan Subuh terdengar hiruk pikuk memarut kelapa dari beberapa rumah penduduk di kampung pelosok di Rokan Hulu (Rohul).

Suara parutan daging kelapa beradu dengan kukuran besi, bagai irama yang sahut menyahut.

Penghuni rumah yang baru selesai makan sahur bergantian mungukuo (memarut dalam dialek Melayu Rokan) kelapa.

Hasil parutan kelapa itu dijadikan santan pembuat makanan yang disebut Itak.

Tradisi membuat Itak sudah berlangsung turun temurun selama ratusan tahun.

Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul, Drs Yusmar, Msi mengungkapkan, belum didapat referensi resmi kenapa makanan mirip dodol di Jawa dan galamai di Ranah Minang itu dinamakan Itak.

Konon kabarnya Itak berasal dari Litak bahasa Melayu Rokan yang berarti letih, capek, loyo.

Karena begitu sulit dan merepotkan saat membuat penganan khas ini, sehingga membuat orang yang memasak menjadi litak, letih, loyo.

Dulunya, Itak merupakan hidangan wajib setiap rumah di Rohul saat lebaran.

"Itak bukan sekadar penganan. Itak melambangkan sifat gotong royong dan toleransi antar penduduk," katanya.

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved