Siak

Siak Ikut Gelar Budaya Nusantara di Bali pada Juni 2019 Mendatang

Bupati Siak Alfedri memastikan Pemkab Siak akan mengikuti Gelar Budaya Nusantara 2019 di Karangasem, Bali pada Juni 2019 mendatang.

Siak Ikut Gelar Budaya Nusantara di Bali pada Juni 2019 Mendatang
Humas Setdakab Siak
Bupati Siak Alfedri. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri memastikan Pemkab Siak akan mengikuti Gelar Budaya Nusantara 2019 di Karangasem, Bali pada Juni 2019 mendatang.

Ia sudah menggesa persiapan untuk mengikuti event yang dilaksanakan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tersebut.

"Siak yang sudah mendapatkan predikat kota pusaka mesti ikut pada kegiatan itu. Apalagi kita akan menjadi tuan rumah Rakernas VII JKPI 2020, tentu kehadiran kita di Bali sekaligus mempersiapkan diri untuk Rakernas itu," kata Alfedri, Selasa (28/5/2019).

Tidak hanya itu, sisi pentingnya Siak harus ikut Gelar Budaya Nusantara 2019 tersebut. Namun menjadi tanggungjawab karena Alfedri merupakan satu diantara Dewan Presidium JKPI.

"Banyak sekali fungsinya kita ikut, selain menunjukkan kita aktif, mengenalkan wisata kita, belajar untuk persiapan rakernas serta tanggungjawab sebagai salah satu presidium," kata dia.

Ia sudah meminta laporan persiapan dari masing-masing pimpinan OPD di Pemkab Siak untuk mengikuti Gelar Budaya Nusantara tersebut. Pejabat yang terlibat untuk persiapan ini adalah Asisten Pemkesra L Budhi Yuwono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak Lukman, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Siak Herianto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Siak Wan Ibrahim, dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Siak Fauzi Asni.

Alfedri menyebut pihaknya memperkenalkan Siak sebagai satu destinasi unggulan pariwisata halal di Sumatera.

Pada event tersebut, juga dirangkai dengan pelaksanaan seminar internasional Kota Pusaka.

"Kabupaten Siak sebagai salah satu anggota JKPI akan tampil sekaligus mengambil kesempatan promosi pariwisata sejarah dan budaya Negeri Istana pada event tersebut," kata Alfedri.

Ia juga menyebut, keikutsertaan dalam kegiatan tahunan itu merupakan wujud komitmen seluruh anggota dan dewan presidium JKPI untuk saling memeriahkan pelaksanaan event gelar budaya di tiap-tiap kabupaten dan kota anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

"Tahun ini kita ikut serta mempromosikan potensi wisata sejarah dan budaya dari daerah kita, tahun depan InsyaAllah mereka juga komitmen untuk datang dan meramaikan pelaksanaan kegiatan yang sama yang dilaksanakan di Siak Sri Indrapura," jelasnya.

Dalam empat kegiatan utama yang akan digelar seperti Pawai Budaya, Festival Keris, Pagelaran Budaya dan Pameran UKM, Alfedri meminta OPD terkait menampilkan berbagai produk-produk unggulan tiap kecamatan. Khususnya terkait produk Ekraf unggulan dan ragam kesenian dan kebudayaan khas Negeri Istana.

"Demikian juga dalam pawai budaya nanti, saya minta peserta pawai dari Kabupaten Siak memakai seragam pakaian Melayu dan bertanjak," kata dia.

Khusus keikutsertaaan Pameran Keris yang memfasilitasi anggota JKPI memamerkan keris pusakanya, Alfedri berharap OPD terkait berkoordinasi jenis keris apa yang akan ikut dipamerkandalam pameran ini.

"Karena keris sudah menjadi pusaka dunia, dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar budaya dunia, kita juga ingin keris pusaka dari Kabupaten Siak juga dapat dikenal masyarakat Indonesia," sebut Alfedri. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved