Tak Jelaskan Alasan Salah Input, Bawaslu: Wajar Bila Ada Prasangka KPU Bermain

Bawaslu Riau menyebut, sikap KPU yang tidak pernah menerangkan penyebab salah input di sistem penghitungan, telah membuat gaduh di masyarakat.

Tak Jelaskan Alasan Salah Input, Bawaslu: Wajar Bila Ada Prasangka KPU Bermain
ist
bawaslu 

tribunpekanbaru.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau menyayangkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, yang hingga saat ini belum menjelaskan ke masyarakat penyebab terjadinya salah input suara di sistem penghitungan (situng) KPU. Padahal sebelumnya juga sudah dimintai penjelasan oleh Bawaslu.

Akibat tidak adanya penjelasan dari KPU Riau ini, menyulut kegaduhan di masyarakat yang menganggap KPU curang, karena tidak bisa menjelaskan kondisi sebenarnya salah input tersebut.

"Kami dari Bawaslu sudah minta KPU menjelaskan kepada masyarakat, berapa yang salah input, di mana saja dan kenapa terjadi. Kenapa kesannya hanya merugikan (pasangan capres) 02. Harus dijelaskan ke masyarakat," ujar Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan kepada Tribun, Selasa (28/5).

Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya prasangka buruk masyarakat terhadap KPU, karena tidak adanya penjelasan soal salah Input tersebut. Akibatnya masyarakat menjadi gaduh. "Kenapa gaduh, karena KPU tidak bisa menjelaskan. Bayangkan, di Riau saja ada salah input C1 sebanyak 164, ini tidak dijelaskan ke masyarakat," ujar Rusidi Rusdan.

Rusidi menyayangkan karena sampai saat ini salah input data dari Riau di Situng KPU, tidak pernah dirilis ke publik. "Makanya jangan kaget ketika masyarakat mempertanyakan independensi KPU, karena memang tidak pernah dirilis," katanya.

Komisioner KPU Riau Divisi Sosialisasi, Nugroho Noto Susanto, membantah ada 164 C1 salah input. Menurutnya, untuk Riau hanya ada dua daerah saja yakni Dumai dan Siak.

"Setahu kami cuma dua daerah saja, di Dumai dan Siak, dari mana ya datangnya 164 itu," kata Nugroho Noto Susanto kepada Tribun, Selasa (28/5).

Dikatakan, petugas input data tersebut berada di kabupaten/kota, dan langsung terkoneksi ke KPU RI, sehingga kesalahan input itu murni kesalahan dan dipastikan tidak ada permainan. "Kita pastikan tidak ada permainan, itu murni kesalahan karena kita tahu (mereka) capek," ujar Nugroho.

Untuk menjelaskan ke masyarakat, menurutnya, pihak KPU sudah sering menjelaskan, termasuk melalui media, terkait kondisi di lapangan berikut persoalannya.

"Kami selalu memberi keterangan setiap ada kejadian. Memang tidak kumulatif kami berikan penjelasan, tapi kami sudah jelaskan kalau salah input murni kesalahan, bukan permainan," terangnya. (uha)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved