Breaking News:

Berita Riau

11 Mayat Ditemukan Mengapung di Perairan Riau, Kapal Karam di Selat Malaka, Pelaku Divonis 8 Tahun

Sebanyak 11 mayat ditemukan mengapung di perairan Riau pada akhir Desember 2018 lalu, korban kapal karam di Selat Malaka, pelaku divonis 8 tahun

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
11 Mayat Ditemukan Mengapung di Perairan Riau, Kapal Karam di Selat Malaka, Pelaku Divonis 8 Tahun 

11 Mayat Ditemukan Mengapung di Perairan Riau, Kapal Karam di Selat Malaka, Pelaku Divonis 8 Tahun

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sebanyak 11 mayat ditemukan mengapung di perairan Riau pada akhir Desember 2018 lalu, korban kapal karam di Selat Malaka, pelaku divonis 8 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis akhirnya memvonis dua terdakwa awak kapal mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal yang tenggelam diperairan Bengkalis akhir tahun 2018 lalu.

Dua tedakwa tesebut yakni Hamid alias Boboy (31) dan Jamal (38) merupakan Tekong, warga Desa Cingam, Kecamatan Rupat, kedua pelaku paling bertanggungjawab menyebabkan tenggelamnya kapal pancung bermuatan 11 penumpang dari Malaysia tujuan Pulau Rupat dengan cara ilegal atau menyelundup.

Baca: FEATURE - Tenun Lejo di Bengkalis Riau, Alat Tenun Legendaris Hasilkan Kain Seharga Rp 300 per Meter

Baca: Kelebihan Bayar di DPRD Inhu, Jaksa Periksa Sekwan, Ketua dan Anggota DPRD Inhu Juga akan Diperiksa

Baca: 20 Warga Bangladesh Menuju Malaysia Ditangkap di Dumai, Dibawa ke Rudenim Pekanbaru untuk Deportasi

Baca: KABAR GEMBIRA! 109 PPPK Pemprov Riau Tunggu SK dari Gubernur, Lihat Link Pengumumannya dalam Berita

Dua terdakwa tersebut divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dengan hukuman 8 tahun penjara.

Kedua terdakwa ini menurut para hakim, terbukti secara sah dan meyakinkan Pasal 359 KUHPidana, Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Vonis dibacakan Majelis Hakim, Ketua Dame P, Hakim Anggota Mohd. Rizky, dan Annisa Sitawati di Ruang Sidang Kartika PN Bengkalis, Senin (27/5/19) petang lalu.

Hal ini diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkalis Eriza Susila, Rabu (29/5) siang.

Menurut JPU Selain vonis 8 tahun penjara, kedua terdakwa juga wajib membayar denda sebesar Rp 500 juta atau subsidair kurungan penjara selama 1 bulan dengan putusan ini kedua terdakwa menyatakan menerima keputusan majelis hakim

Sementara JPU masih menyatakan pikir-pikir untuk melakukan Banding.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved