Bertanya 'Kapan Nikah' Saat Lebaran, Ternyata Ini Akibat Buruknya: Berikut Cara Menjawabnya

Pasalnya, pertanyaan “kapan nikah?” yang dilontarkan hanya sebagai basa-basi bisa berdampak buruk bila dilontarkan ke orang yang salah.

Bertanya 'Kapan Nikah' Saat Lebaran, Ternyata Ini Akibat Buruknya: Berikut Cara Menjawabnya
Photo by Christian Fregnan on Unsplash
ILUSTRASI 

Bertanya 'Kapan Nikah' Saat Lebaran, Ternyata Ini Akibat Buruknya: Berikut Cara Menjawabnya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dari zaman ke zaman, pertanyaan yang paling sering bikin muda-mudi Indonesia berkeringat dingin dan menjauh pelan-pelan adalah “kapan nikah?”.

Pertanyaan ini paling sering didengar ketika mudik lebaranatau kondangan.

Walau terdengar sepele, sebaiknya pertanyaan sepersonal ini hanya dilontarkan setelah melalui pertimbangan matang saja.

Pasalnya, pertanyaan “kapan nikah?” yang dilontarkan hanya sebagai basa-basi bisa berdampak buruk bila dilontarkan ke orang yang salah.

Seseorang yang mengalami depresi, misalnya, bisa bertambah buruk kondisinya bila mendapatkan pertanyaan seperti itu.

Bahkan, menurut Rizqy Amelia Zein yang mengajar Social and Personality Psychology dari Universitas Airlangga, pertanyaan ini bisa memicu orang yang suicidal untuk benar-benar bunuh diri.

 

Perlu untuk Anda ingat, sering kali orang-orang yang mengalami depresi tidak secara eksplisit menampakkannya sehingga ada baiknya untuk menahan pertanyaan yang sifatnya terlalu personal seperti itu.

Lebih lanjut, Astrid Wen selaku psikolog anak dan keluarga, serta theraplay practitioner dari Pion Clinician, berkata bahwa terpapar pertanyaan “kapan nikah?” berulang-ulang dapat membuat seseorang menjadikan pernikahan sebagai tujuan hidup.

Baca: Perkosa Kedua Anaknya Hingga Hamil, Ayah Ini Salahkan Istrinya yang Tak Mau Berhubungan Intim

Baca: VIDEO STREAMING Final Liga Eropa Chelsea Vs Arsenal Dinihari Nanti, Berikut Prediksinya

Baca: LIVE INDOSIAR, Streaming Semen Padang Vs Persib Bandung Liga 1 2019, Ini Susunan Pemain (Video)

Akibatnya, orang tersebut bisa merasa gagal bila belum menikah dan rentan terjerumus dalam pernikahan ketika sebetulnya belum siap dan belum benar-benar mengenal orang yang dinikahinya.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved