Indragiri Hulu

Jadi Caleg dan Tak Terpilih, Mukhlis Indrawan Masih Bertugas Sebagai ASN di Kantor Kemenag Inhu Riau

Mukhlis Indrawan kembali melanjutkan tugasnya sebagai pegawai negeri di Kantor Kemenag Inhu padahal sudah mengajukan pengunduran diri.

Jadi Caleg dan Tak Terpilih, Mukhlis Indrawan Masih Bertugas Sebagai ASN di Kantor Kemenag Inhu Riau
Internet
Ilustrasi 

Jadi Caleg dan Tak Terpilih, Mukhlis Indrawan Masih Bertugas sebagai ASN di Kantor Kemenag Inhu Riau

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Mukhlis Indrawan, Pengawas Madrasah tingkat Aliyah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diketahui terdaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi.

Bahkan setelah ikut berpolitik dan tidak terpilih pada Pemilu 2019, Mukhlis Indrawan kembali melanjutkan tugasnya sebagai pegawai negeri di Kantor Kemenag Inhu.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Kemenag Inhu, Abdul Karim.

Baca: Malaysia Kembalikan Ribuan Ton Sampah ke Negara Asalnya

Abdul Karim yang ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa, Mukhlis Indrawan sudah mengajukan surat pengunduran diri saat mendaftar sebagai Caleg PPP.

Namun hingga kini belum ada Surat Keputusan (SK) pemberhentian Mukhlis Indrawan sebagai ASN di Kemenag Inhu.

"Sebenarnya yang bersangkutan masih aktif empat tahun lagi, tapi dia sudah mengajukan pengunduran dirinya maka tinggal menunggu SK penetapan pemberhentiannya," kata Abdul Karim.

Abdul Karim melanjutkan, hingga saat ini Mukhlis Indrawan juga masih menerima gaji, sertifikasi dan uang makan. Hal ini dibenarkan oleh KTU Kemenag Inhu, Marjhoni.

"Kita tidak ada dasar menahan gaji yang bersangkutan. Karena SK yang jadi dasarnya belum turun," kata Marjoni.

Baca: Si Bungsu Tulang Punggung Keluarga, Sosok Anggota KPPS Pelalawan Riau yang Meninggal Dunia

Namun menurut Marjoni, sertifikasi dan uang makan yang diterima Indrawan saat ini akan dikembalikan lagi kepada negara, sesuai dengan tanggal turunnya SK pensiun Indrawan.

Marjhoni berkata bahwa Indrawan mengajukan pengunduran dirinya sebagai ASN semenjak bulan Juli 2018 lalu. Namun hingga kini belum ada SK pemberhentian dari Kanwil Kemenag.

"Informasinya masih menunggu pertimbangan teknis dari BKN, baru SK tersebut ditandatangani," kata Marjhoni. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit).

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved