Ketahuan Mencoblos Dua Kali Saat Pemilu Lalu, Dua Warga Siak Divonis 10 Hari Penjara

Dua orang warga Kampung Kandis, Siak, divonis Hakim PN Siak hukuman penjara 10 hari, karena ketahuan mencoblos dua kali di dua TPS berbeda.

Ketahuan Mencoblos Dua Kali Saat Pemilu Lalu, Dua Warga Siak Divonis 10 Hari Penjara
tribun pekanbaru
Dua warga Siak divonis penjara 10 hari oleh PN Siak, karena ketahuan mencoblos dua kali pada pemilu April 2019 lalu. 

tribunpekanbaru.com - Pengadilan Negeri Siak pada Senin (27/5) lalu menjatuhkan vonis penjara 10 hari bagi dua warga kampung Kandis, Kabupaten Siak. Keduanya ketahuan mencoblos dua kali pada pemilu April 2019 lalu.

Dua warga inisial RR dan LN itu mendapatkan formulir C6 pada TPS 10 dan TPS 12 di Kelurahan Kandis sebelum tanggal 17 April 2019, yang merupakan hari pencoblosan. Hal ini diketahui Bawaslu Kabupaten Siak setelah mendapatkan informasi dari seorang warga yang melaporkan kepada pengawas TPS.

Pada hari pencoblosan, pukul 09.00 WIB, keduanya mencoblos di TPS 12, dan kemudian pada pukul 10.00 WIB mencoblos lagi di TPS 10 dengan nama yang berbeda dan membawa formulir C6.

Kasus ini selanjutnya ditelusuri Ahmad Dardiri, Koordinator Divisi Penindakkan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Siak, dengan mengundang Ketua KPPS serta Pengawas TPS di dua TPS tersebut, untuk mendapatkan keterangan serta bukti-bukti yang lebih kuat.

Berdasarkan hasil SG1, Sentra Gakkumdu menyatakan perlu melakukan klarifikasi kepada warga yang melapor, Ketua, dan anggota KPPS serta Pengawas TPS dari TPS 10 dan TPS 12. Bawaslu Siak didampingi tiga penyidik dari Sentra Gakkumdu kemudian juga meminta keterangan dua tersangka RR dan LN pada SG2 tanggal 27 April 2019.

Pada 9 Mei 2019, masalah tersebut dilimpahkan ke Polres Dayun, Siak, dengan menyerahkan bukti-bukti yang telah terkumpul.

Sebelas hari pascapelimpahan berkas, tepatnya 20 Mei 2019, penyidik melimpahkan perkara ke Kejaksaan Siak untuk P21 dan menyerahkan ke pengadilan pada 24 Mei 2019 untuk disidang.

Rozza El Afrina selaku Ketua Majelis Sidang Putusan bersama dua anggota Majelis, akhirnya menjatuhkan vonis bagi kedua tersangka dengan pidana penjara 10 hari, denda Rp1 juta subsider tiga hari kurungan.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengapresiasi putusan Majelis Hakim yang menurutnya sudah berlaku adil. "Saya apresiasi putusan Majelis Persidangan yang telah memberikan vonis adil dan bijaksana dalam perkara ini," ujar Rusidi singkat. (uha)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved