Pelalawan

Si Bungsu Tulang Punggung Keluarga, Sosok Anggota KPPS Pelalawan Riau yang Meninggal Dunia

Hery tetap menuntaskan tugasnya hingga semua proses selesai. "Sampai jam 5 subuh dia masih ada di TPS untuk penghitungan suara dan beres-beres."

Si Bungsu Tulang Punggung Keluarga, Sosok Anggota KPPS Pelalawan Riau yang Meninggal Dunia
Istimewa
Jenazah almarhum Hery Kusmianto anggota KPPS di Desa Sunga Ara Kabupaten Pelalawan Riau saat akan dikebumikan di TPU Desa. 

Si Bungsu Tulang Punggung Keluarga, Sosok Anggota KPP Pelalawan Riau yang Meninggal Dunia

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Anggota KPPS di Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Hery Kusmanto (35), meninggal dunia Rabu (29/5/2019) subuh sekitar pukul 00.30 WIB, setelah menderita penyakit selama sebulan lebih.

Menurut Kepala Desa Sungai Ara, Haryono, jenazah almarhum telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setelah disemayamkan di rumah duka.

Jenazah almarhum Hery Kusmianto anggota KPPS di Desa Sunga Ara Kabupaten Pelalawan Riau saat akan dikebumikan di TPU Desa.
Jenazah almarhum Hery Kusmianto anggota KPPS di Desa Sunga Ara Kabupaten Pelalawan Riau saat akan dikebumikan di TPU Desa. (Istimewa)

Pihak keluarga sangat terpukul atas kepergian pria yang masih melajang itu.

Baca: Jatuh Saat Pasang Tenda TPS Hingga Sakit Sebulan, Anggota KPPS di Pelalawan Riau Meninggal Dunia

Terlebih Hery hanya tinggal berdua dengan ibunya yang sudah menjadi, sedangkan abang dan kakaknya sudah berkeluarga semua.

"Selama ini almarhum yang menghidupi ibunya, ibaratnya tulang punggung. Makanya merasa terpukul setelah almarhum meninggal dunia," beber Haryono kepada tribunpelalawan.com saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu (29/5/2019).

Haryono bercerita, almarhum Hery bersama anggota KPPS 01 Desa Sungai Ara lainnya fokus mendirikan tenda pada Selasa 16 April sore lalu.

Rangka tenda yang terbuat dari kayu dipanjat Hery untuk mengikatkan tenda.

Tapi naas baginya, anak paling bungsu itu terjatuh dari ketinggian 2,5 meter dengan kondisi pinggangnya yang tertumbuk ke tanah.

Baca: SORE INI Pukul 4 Pengumuman Kelulusan UN Tingkat SMP di Pelalawan Riau, Teknisnya Tergantung Sekolah

Ia pun dilarikan ke tukang urut untuk menjalani perobatan secara tradisional.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved