Tak Terpilih Saat Pemilu, Caleg di Inhu Kembali Jadi PNS. Kok Bisa?

Seorang caleg PPP di Inhu ternyata bisa kembali menjadi PNS setelah gagal di pemilu. Padahal syarat untuk nyaleg harus berhenti dari PNS.

Tak Terpilih Saat Pemilu, Caleg di Inhu Kembali Jadi PNS. Kok Bisa?
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Masyarakat menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 17 April lalu di sebuah TPS. Seorang caleg di Inhu ternyata berstatus PNS, dan kembali aktif menjadi PNS setelah tidak terpilih pada pemilu April lalu. 

tribunpekanbaru.com - Mukhlis Indrawan, Pengawas Madrasah Tingkat Aliyah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), diketahui terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau untuk calon anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan (dapil) Inhu-Kuansing.

Uniknya, setelah ikut bertarung dalam pemilu dan ternyata tidak terpilih menjadi anggota DPRD Riau pada pemilu April 2019 lalu, Mukhlis Indrawan kembali melanjutkan tugasnya sebagai pegawai negeri di Kantor Kemenag Inhu. Padahal seharusnya, untuk mendaftar menjadi caleg, seseorang harus lebih dulu mengundurkan diri dari PNS.

Kepala Kantor Kemenag Inhu, Abdul Karim, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin mengatakan, Mukhlis Indrawan sebenarnya sudah mengajukan surat pengunduran diri dari PNS saat mendaftar sebagai caleg PPP untuk pemilu 2019.

Namun hingga saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) pemberhentian Mukhlis Indrawan sebagai ASN dari Kanwil Kemenag Riau.

"Sebenarnya yang bersangkutan masih aktif empat tahun lagi, tapi dia sudah mengajukan pengunduran dirinya, maka tinggal menunggu SK penetapan pemberhentiannya," kata Abdul Karim.

Dikatakan, hingga saat ini Mukhlis Indrawan juga masih menerima gaji, sertifikasi, dan uang makan. Hal ini juga dibenarkan KTU Kemenag Inhu, Marjhoni.

"Kita tidak ada dasar menahan gaji yang bersangkutan. Karena SK yang jadi dasarnya belum turun," kata Marjoni.

Namun menurut Marjoni, sertifikasi dan uang makan yang diterima Indrawan saat ini akan dikembalikan lagi kepada negara, sesuai dengan tanggal turunnya SK pensiun Indrawan.

Marjhoni berkata bahwa Indrawan mengajukan pengunduran dirinya sebagai ASN sejak Juli 2018 lalu. Namun hingga kini belum ada SK pemberhentian dari Kanwil Kemenag.

"Informasinya masih menunggu pertimbangan teknis dari BKN, baru SK tersebut ditandatangani," kata Marjhoni. (ton)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved