Terdakwa Pengangkut TKI Ilegal Diperairan Bengkalis Divonis 8 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis akhirnya memvonis dua terdakwa kasus Speedboat mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal tenggelam

Terdakwa Pengangkut TKI Ilegal Diperairan Bengkalis Divonis 8 Tahun Penjara
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
8 Mayat di Perairan Bengkalis TKI Ilegal dari Malaysia 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis akhirnya memvonis dua terdakwa kasus Speedboat mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal tenggelam diperairan Bengkalis akhir tahun lalu.

Keduanya, Hamid alias Boboy (31) dan Jamal (38) yang merupakan Tekong, warga Desa Cingam, Kecamatan Rupat, dihukum delapan tahun penjara.

Keduanya dinilai paling bertanggungjawab atas tragedi tersebut, yang menyebabkan tenggelamnya speedboat pancung muatan belasan penumpang dari Malaysia tujuan Pulau Rupat dengan cara ilegal dan menewaskan penumpangnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 359 KUHPidana, Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin, Ketua Dame P, Hakim Anggota Mohd. Rizky, dan Annisa Sitawati di Ruang Sidang Kartika PN Bengkalis, Senin (27/5/2019) petang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkalis Eriza Susila, SH, mengatakan selain vonis 8 tahun penjara, kedua terdakwa juga wajib membayar denda sebesar Rp 500 juta atau subsidair kurungan penjara selama 1 bulan.

Dengan putusan ini kedua terdakwa menyatakan menerima keputusan majelis hakim. Sementara JPU masih menyatakan pikir-pikir untuk melakukan Banding.

"Saat selesai sidang kedua terdakwa nyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan majelis. Tapi kita masih pikir-pikir akan melanjutkan upaya hukum banding," ungkap Eriza.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU dari Kejaksaan Negeri Bengkalis, yang menuntut terdakwa selama 12 tahun penjara denda Rp500 juta subsidair kurungan 3 bulan penjara.

"Memang lebih ringan dari tuntutan kita, dimana sebelumnya kita nenuntut 12 tahun penjara dengan denda 500 juta rupiah," tandasnya. (sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved