Langsung Diterima Ibu Korban, KPU Pelalawan Serahkan Santunan untuk KPPS Meninggal Dunia

KPU Pelalawan menyerahkan santunan kepada keluarga Hery Kusmanto, petugas KPPS yang meninggal dunia setelah dirawat selama lebih kurang sebulan.

Langsung Diterima Ibu Korban, KPU Pelalawan Serahkan Santunan untuk KPPS Meninggal Dunia
KPU Pelalawan
Ketua KPU Pelalawan, Wan Kardi Wandi (kanan), menyerahkan santunan kepada ibu almarhum Hery Kusmanto di rumahnya, Rabu (29/5) lalu. Hery merupakan petugas KPPS yang meninggal dunia setelah dirawat sekita satu bulan. 

tribunpekanbaru.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pelalawan, menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Hery Kusmanto (35), petugas KPPS yang meninggal pada Rabu (29/5) lalu.

Hery Kusmanto merupakan anggota Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) TPS 01 Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Korban menderita sakit selama satu bulan penuh setelah terjatuh saat memasang tenda Tempat Pemungutan Suara (TPS), satu hari sebelum pemilihan umum. Namun tetap bertugas pada saat hari pencoblosan.

"Kita memberikan santunan kepada keluarga almarhum di rumahnya. Langsung diterima ibunya usai mengebumikan jenazah almarhum," kata Ketua KPU Pelalawan, Wan Kardi Wandi kepada Tribun, Kamis (30/5).

Wan Kardi menjelaskan, santunan yang disalurkan itu dari KPU Pelalawan sebagai instansi, ditambah sumbangan dari para pegawai serta Komisioner. Meski tidak banyak, pihaknya berharap bisa membantu keluarga almarhum meringankan beban.

Selain itu, lanjut Wan Kardi, pihaknya akan mengusulkan almarhum mendapatkan santunan dari KPU pusat. Dalam waktu dekat, segala persyaratan pengurusan santunan nasional itu akan disiapkan dengan berkoordinasi bersama keluarga korban, dan kemudian dikirim ke Jakarta serta diproses pencairannya.

"Kalau (petugas) yang sakit ada memang beberapa orang setelah pemilu. Tapi yang meninggal dunia baru satu ini. Mudahan-mudahan semua sehat walafiat," terang komisioner KPU yang sudah dua periode ini.

Wan Kardi menampik tudingan pihaknya tidak pernah menjenguk maupun melihat korban selama menjalani perawatan di rumah sakit. KPU menyebut mengirimkan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk memantau perkembangan kesehatannya selama ini. (joe)

Penulis: johanes
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved