Ramadan

Makanan Hangat Penggugah Selera, Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Sempolet Kuala Kampar

Makanan khas itu bernama sempolet atau kerap juga disebut dengan nama lendot. Makanan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang warga Penyalai.

Makanan Hangat Penggugah Selera, Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Sempolet Kuala Kampar
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Nikmati Berbuka Puasa dengan Sayur Seafood Lendot atau Sempolet Makanan Khas dari Kuala Kampar Riau 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan memiliki makanan khas yang merupakan menu wajib disantap saat Bulan Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri.

Makanan khas itu bernama sempolet atau kerap juga disebut dengan nama lendot. Makanan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang warga Penyalai, nama lain Kuala Kampar.

Selepas puasa dan Idul Fitri, masakan ini tetap bisa ditemukan di rumah masyarakat.

"Ini sudah makanan turun temurun bagi kami masyarakat yang tinggal di pulau-pulau. Resepnya sudah diracik sejak zaman nenek moyang kami," ungkap tokoh pemuda Kuala Kampar, Arif Rifani, Minggu (30/5/2019).

Sempolet atau lendot ini berbahan dasar sagu yang dicampur dengan seafood, udang, ikan teri, dan sayur-sayuran. Hasil akhirnya akan menyerupai bubur maupun sup yang enak dimakan di saat berbuka puasa maupun sahur.

Cara membuatnya cukup mudah. Setelah menyiapkan bahan-bahan dasarnya, sagu yang terkenal makanan di daerah pulau direbus dalam panci menggunakan air.

Sembari menunggu sayur mayur yang disiapkan, biasanya jenis pakis, dipotong-potong sesuai selera.

Kemudian ikan teri yang disediakan secukupnya ditumbuk sampai halus. Sedangkan udang dan seafood hanya dipotong berdasarkan keinginan saja.

Setelah sagu mendidih dan berubah menjadi bubur, semua bahan yang telah dipersiapkan langsung dimasukan ke dalam panci masakan dan dibiarkan hingga mendidih. Setelah semua bahan matang, sempolet siap untuk disantap.

"Itu sangat nikmati dimakan seperti bubur. Kalau suka cabe, bisa disiapkan sambal di luar. Mulai saya kecil sampai sekarang itu makanan wajib kami," tambah Arif.

Selain memiliki gizi yang tinggi, sempolet atau lendot juga berguna untuk menghangatkan badan jika cuaca dingin.

Paling utama, selera makan tentu meningkat di kala ada sempolet terhidang di bawah tudung saji.

Kuahnya yang kental sangat enak juga disantap sambil santai di rumah usai menunaikan Salat Tarawih.

Sempolet bisa ditemukan di wilayah kepulauan lain seperti Selat Panjang, Tanjung Batu, dan Tanjung Balai Karimun yang semuanya bertetangga dengan Pulau Penyalai.

Sebagian warga Penyalai yang sudah merantau juga sering membuat sempolet dengan bahan-bahan yang dicari, sebagai pelepas rindu akan masakan kampung halaman. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved