Pemilu 2019

Pencoblos 20 Surat Suara di Salo Pada Pemilu 2019 Divonis 4 Bulan Penjara oleh PN Bangkinang Riau

Dalam kasus yang sama PN Bangkinang juga menjatuhi vonis kepada terdakwa bernama Nurkholis.

Pencoblos 20 Surat Suara di Salo Pada Pemilu 2019 Divonis 4 Bulan Penjara oleh PN Bangkinang Riau
TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIR
Ilustrasi pencoblosan Pemilu 2019. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang menjatuhkan vonis pidana penjara 4 bulan dan denda Rp 10 juta, subsidair 1 bulan kurungan ke terdakwa bernama Maghribi pada kasus pencoblosan 20 kertas surat suara pemilu presiden untuk di TPS 004, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.

Putusan ini dijatuhkan majelis hakim tanpa hadirnya terdakwa di ruang sidang. Tidak hadirnya terdakwa karena menghilang saat dipanggil sidang oleh pihak pengadilan.

Putusan ini dijatuhi pengadilan, Selasa (28/5/2019) malam di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang.

Dalam kasus yang sama PN Bangkinang juga menjatuhi vonis kepada terdakwa bernama Nurkholis.

Terdakwa ini merupakan salah seorang petugas KPPS di TPPS 04 tempat terjadinya pencoblosan 20 surat suara saat Pemilu lalu.

Baca: WhatsApp Segera Punya 13 Fitur Baru, Bisa Setting Privasi Grup dan Bagikan Status ke Facebook Story

Baca: Resep Kue Lebaran, Lezatnya Kue Kering Dobel Cokelat Bikin Lebaran Istimewa

Nurkholis divonis pidana penjara 2 bulan dan pidana denda Rp 10 juta, subsidair 1 bulan kurungan, barang bukti dan biaya perkara comform.

Saat penyampaian putusan ini terdakwa juga tidak menghadiri sidang.

Sebelumnya pada Sidang Tuntutan Perkara Tindak Pidana Pemilu No 250/Pid.Sus/2019/PN Bkn atas Nama Magribi Bin Ahmad, Selasa (28/5), Jaksa Penuntut Umum Dedi Iwan Budiono, SH yang diwakili Eka dengan tuntutan menyatakan terdakwa Magribi bin Ahmad bersalah melakukan tindak pidana pemilu sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pasal 516 UU No 07 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, menjatuhkan pidana secara in absentia terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp 10 juta subsidair 2 bulan kurangan dengan perintah terdakwa ditahan, menyatakan barang bukti dikembalikan kepada yang berhak melalui saksi Hermansyah,S.Ag, menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Baca: Dua Truk Laga Kambing di Minas Siak Riau, Seorang Sopir Meninggal di Tempat

Baca: Gemeletuk Kematian, Suara Tanda Seseorang Menjemput Ajal, Terdengar Sekitar 23 Jam Sebelum Meninggal

Sedangkan pada Sidang Tuntutan Perkara Tindak Pidana Pemilu No 251/Pid.Sus/2019/PN Bkn untuk Nurkholis Bin Muhammad Nasir Selasa (28/5/2019) Jaksa Penuntut Umum dengan tuntutan menyatakan terdakwa Nurkholis Bin Muhammad Nasir bersalah melakukan tindak pidana Pemilu sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pasal 516 UU No 07 Tahun 2017 Jo Pasal 56 ke-2 KUH Pidana tentang pemilihan umum, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 3 bulan dan pidana denda sebesar Rp 10 juta subsidair 2 bulan kurangan dengan perintah terdakwa ditahan, menyatakan barang bukti dipergunakan dalam perkara lain atas nama terdakwa Magribi bin Ahmad, menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Baca: Waspada Berkendara di Titik Rawan Jalur Mudik di Kuansing Riau, Ada Rawan Longsor & Jalan Berlubang

Baca: Keluarga Hery Anggota KPPS di Pelalawan Riau yang Meninggal Dunia Terima Santunan

Ketua Bawaslu Kampar, Syawir Abdullah menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi di TPS, kejadian kecurangan yang termasuk dalam tindak pidana ini bermula dari pelaku menyerahkan formulir C6 kepada petugas KPPS setempat pada Pemilu lalu.

Saat hendak meminta surat suara petugas KPPS membiarkan pelaku dan menyuruhnya mengambil surat suara sendiri di tumpukan surat suara.

Tak disangka pelaku langsung mengambil 20 lembar surat suara pemilihan presiden dari tumpukan dan langsung masuk ke bilik pencoblosan.

Usai mencoblos pelaku menuju ke kotak suara untuk memasukkan. Beruntung pengawas di TPS melihat gerak gerik pelaku dan melihat surat suara ditangan pelaku banyak sekali. Dari situlah pelaku ketahuan mencoblos 20 surat suara. (*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved