Breaking News:

BPN Prabowo-Sandi Sebut Ada 75 Ribu Kecurangan, 'Kita Walaupun Dicurangi Masih Menang'

Vasco Ruseimy mengungkapkan bahwa pihaknya tetap akan memenangakan kontestasi Pilpres 2019.

Tribun Pekanbaru/Instagram.com/@sandiuno

BPN Prabowo-Sandi Sebut Ada 75 Ribu Kecurangan, 'Kita Walaupun Dicurangi Masih Menang'

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Vasco Ruseimy mengungkapkan bahwa pihaknya tetap akan memenangakan kontestasi Pilpres 2019.

Hal itu dikatakan Vasco dalam acara Aiman melalui channel YouTube Kompas TV, Jumat (31/5/2019).

Mulanya pembawa acara Aiman meminta tanggapan dari Vasco terkait dugaan kecurangan pemilu menurut BPN.

Baca: Agum Gumelar Sebut Ada Kelompok Purnawirawan yang Rela Mati untuk Prabowo

Vasco menjelaskan bahwa pihaknya menemukan puluhan ribu kecurangan dalam pemilu 2019.

"Banyak, kecurangannya puluhan ribu," ujar Vasco.

"75 ribu kecurangan, dari sisi IT-nya saja sudah ada kita temuin," sambungnya.

Kendati dinilai banyak kecurangan, Vasco mengaku pihaknya akan memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

Sebab, menurut perolehan suara dari BPN, Prabowo-Sandi meraih suara di atas 50 persen.

"Gini, kita walaupun dicurangi masih menang, kan masih di angka 54 persen gitu lo," tegas Vasco.

Vasco menambahkan terkait dugaan kecurangan itu, kubu 02 memiliki data-data yang valid.

Simak videonya dari menit 2.47

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo memberikan tanggapan mengenai sejumlah pihak yang meragukan bukti sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan BPN ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Diketahui Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengatakan bukti BPN mudah dipatahkan di MK, dikutip dari Kompas.com, Kamis (30/5/2019).

Menanggapi hal itu, Nicholay mengatakan bahwa timnya berisikan orang-orang yang kompeten.

"Kami bukan orang stupid, orang bodoh. Tim lawyer di 02 banyak orang pintar. Ada aktivis, ada lawyer, ada semua," ujar Nicholay saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

Baca: Ammar Zoni Ngidam Durian, Irish Bella yang Hamil Anak Pertama Justru Mual Cium Bau Durian

Ia mengatakan nantinya kubu 02 akan memaparkan bukti-bukti kecurangan pemilu yang akan membuat publik tercengang.

Namun Nicholay tetap tak mau menjelaskan secara spesifik.

"Pada saat pembuktian di persidangan, nanti teman-teman lihat sendiri. Pasti akan tercengang," kata Nicholay.

 

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno bersalaman seusai menggelar konferensi pers dalam menyikapi hasil pilpres, di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno bersalaman seusai menggelar konferensi pers dalam menyikapi hasil pilpres, di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Diberitakan sebelumnya, Tim Hukum Prabowo-Sandi telah mengajukan gugatan sengketa Pilpres 2019 ke MK, Jumat (24/5/2019).

Dalam pengajuan gugatan tersebut, Tim Hukum Prabowo-Sandi membawa setidaknya 51 alat bukti.

Dalam bukti-bukti tersebut, terdapat bukti yang berasal dari link berita media.

Ketua Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif (Kode Inisiatif) Veri Juanidi menyebutkan, ada 30 persen kliping media yang dijadikan bukti oleh BPN.

"Sebanyak 70 persen dari permohonan ini menyangkut teori hukum tentang kedudukan MK (Mahkamah Konstitusi). 30 persennya kliping media," ucap Veri di Kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta, Minggu (26/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

"Di halaman 18-29 di situ para pemohon dan kuasa hukumnya mendalilkan ada banyak kecurangan TSM (Terstruktur, Sistematis, dan Masif). Tapi menggunakan data sekunder (kliping media) dalam pembuktian," sambungnya.

Tanggapan TKN

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul menilai tidak perlu pengacara hebat untuk melawan gugatan yang diajukan pihak Prabowo-Sandiaga di MK.

"Kalau saya (petinggi) TKN, saya kasih pengacaranya ke anak-anak yang baru tamat yang baru dapat license. Bisa menang kok, begitu mudah dipatahkan," ujar Ruhut ketika dihubungi, Rabu (29/5/2019).

Ruhut mengatakan MK akan sulit membahas itu karena Badan Pengawas Pemilu sebelumnya sudah menolak.

"Jadi otomatis sudah tidak bisa dibicarakan lagi di MK," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Sebut Ada 75 Ribu Kecurangan, BPN Prabowo-Sandi: Walaupun Dicurangi Kita Tetap Menang

BPN Prabowo-Sandi Sebut Ada 75 Ribu Kecurangan, 'Kita Walaupun Dicurangi Masih Menang'

Editor: Ariestia
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved